Ramadan 2025
Meski Banjir Sebetis Orang Dewasa, Warga Kota Gorontalo Tetap Antusias Berburu Takjil Ramadan 2025
Meski jalanan terendam banjir, warga tetap bersemangat berburu takjil untuk berbuka puasa pada Selasa (4/3/2025) sore.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/asdgrtuy5.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo sore tadi menyebabkan banjir di berbagai titik, termasuk di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Masjid Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) atau Masjid Sabilurrasyad.
Banjir di kawasan ini mencapai betis orang dewasa.
Namun, meski jalanan terendam banjir, warga tetap bersemangat berburu takjil untuk berbuka puasa pada Selasa (4/3/2025) sore.
Baca juga: Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi, air setinggi betis orang dewasa menutupi hampir seluruh ruas jalan.
Namun, hal itu tidak mengurangi aktivitas pedagang kaki lima yang tetap setia menjajakan dagangannya di bawah payung warna-warni.
Pembeli, mayoritas ibu-ibu dan mahasiswa, tampak berhati-hati melangkah di tengah genangan air, beberapa bahkan menggulung celana mereka agar tidak basah.
Seorang pedagang takjil mengaku tetap berjualan meskipun banjir datang secara tiba-tiba.
Baca juga: Tangis Poni Darise Warga Talumolo Gorontalo, Mukenah Kotor dan Tak Bisa Salat Karena Banjir
“Kalau saya tutup, rugi. Apalagi ini bulan puasa, banyak yang mencari takjil,” ujarnya sambil melayani pembeli.
Tak hanya itu, terlihat takjil yang dijajakan pedangan terlihat masih banyak menjelang magrib. Terlihat dari kue yang masih membumbung dan minuman yang masih hampir full.
Di sisi lain, beberapa pengendara motor yang melintasi jalan ini terpaksa memperlambat laju kendaraan atau bahkan memilih berhenti sejenak untuk menghindari mogok akibat air yang cukup tinggi.
Baca juga: BREAKING NEWS: Talumolo Diterjang Banjir Gara-gara Tanggul Jebol
Sementara itu, becak motor (bentor) tetap beroperasi, mengantarkan penumpang yang hendak membeli makanan untuk berbuka.
Pemandangan ini menunjukkan bagaimana warga Gorontalo tetap menjalankan tradisi berburu takjil meskipun harus menerobos banjir.
Hingga menjelang magrib, para pedagang masih sibuk melayani pembeli, sementara air perlahan mulai surut.
Baca juga: Kadis DLH Kota Gorontalo Disemprot Wali Kota soal Sampah: Selalu Alasan Tidak Ada Armada!
Salah satu pembeli, Martanti (27) mengatakan ia tetap berburu takjil walaupun dalam keadaan banjir. Hal ini untuk melengkapi menu berbuka puasanya.
"Air hanya membasahi bukan menghalangi jadi biar banjir begini tetap cari takjil untuk melengkapi buka puasa, apalagi anak kost seperti kita," jelasnya