Jumat, 6 Maret 2026

Banjir Talumolo Gorontalo

Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang

Beras yang telah mereka siapkan khusus untuk bulan puasa kini rusak, bercampur lumpur, tak lagi bisa dikonsumsi.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Stok Beras untuk Puasa Rusak Terendam Lumpur, Warga Talumolo Gorontalo Pasrah Hadapi Banjir Bandang
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
KORBAN BANJIR -- Kondisi rumah warga Talumolo Gorontalo pasca diterjang banjir sore tadi, Selasa (4/3/2025). Banjir bandang merusak pangan warga, sehingga kesulitan untuk makan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mei Tantu dan Wati Tantu hanya bisa pasrah. Banjir bandang yang menerjang Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, sore tadi, telah menghancurkan persiapan mereka untuk menjalani ibadah puasa.

Di antara banyak kerugian yang mereka alami, kehilangan stok beras menjadi hal paling berat.

Beras yang telah mereka siapkan khusus untuk bulan puasa kini rusak, bercampur lumpur, tak lagi bisa dikonsumsi.

"Pokoknya beras, gula, supermie, telur untuk puasa semua rusak," ujar Mei dengan nada sedih.

Banjir datang begitu cepat, membuat Mei dan warga lainnya tak punya waktu untuk menyelamatkan barang-barang mereka.

Baca juga: Sudah Diingatkan Warga Tapi Nekat, Mobil SUV Apes Terseret Banjir hingga 20 Meter

Saat air mulai naik sekitar pukul 15.00 Wita, Mei sedang memasak untuk persiapan berbuka puasa di dapurnya.

Tiba-tiba, air bah dari arah jembatan hanya beberapa meter dari rumahnya langsung menerjang permukiman warga.

"Air dari sebelum Magrib, tanggul roboh di sebelah," kata Mei sambil terus membersihkan lumpur yang menutupi lantai rumahnya.

Volume air yang besar membuat tanggul tak mampu menahan arus deras.

Air langsung meluap dan menggenangi puluhan rumah di Talumolo.

Hingga kini, Mei dan Wati masih berusaha keras membersihkan rumah mereka dari lumpur.

Bekas banjir terlihat jelas di dinding rumah, menandakan ketinggian air yang hampir mencapai satu meter.

Tak hanya dapur, material lumpur juga memenuhi teras dan ruang utama rumah mereka.

Barang-barang yang masih bisa diselamatkan, seperti pakaian dan beberapa perabotan, terpaksa disusun di atas kursi agar memudahkan proses pembersihan.

Namun, tak ada banyak tenaga bantuan. Hampir semua warga sibuk dengan rumah mereka masing-masing, berusaha menyelamatkan apa yang tersisa.

Baca juga: Tangis Poni Darise Warga Talumolo Gorontalo, Mukenah Kotor dan Tak Bisa Salat Karena Banjir

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved