Perang Rusia Ukraina
Donald Trump Setop Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Presiden Zelenskyy Berdamai dengan Rusia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan perdamaian konflik Rusia dan Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Trump-dan-Zelenskyy.jpg)
“Kita butuh perdamaian sejati dan rakyat Ukraina sangat menginginkannya karena perang telah menghancurkan kota-kota kita,” imbuh Zelenskyy.
“Kita kehilangan rakyat kita. Kita perlu menghentikan perang dan jaminan keamanan,” tambahnya.
Sebelumnya pemerintahan Trump dan pejabat Ukraina dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan mineral langka dalam kunjungan Zelenskyy minggu lalu ke AS.
Kesepakatan ini merupakan balasan atas bantuan yang telah diberikan AS kepada Ukraina selama perang.
Namun kesepakatan itu urung dilakukan karena terjadinya pertikaian antara Zelenskyy dengan Trump dan Vance.
Gedung Putih telah menagih pakta tersebut sebagai cara untuk mempererat hubungan jangka panjang AS-Ukraina.
Vance, dalam sebuah wawancara dengan Sean Hannity dari Fox News yang ditayangkan Senin malam, mengatakan negara-negara Eropa telah merugikan Ukraina karena tidak menekan Zelenskyy untuk mengakhiri perang.
"Banyak teman Eropa kita yang memujinya," kata Vance.
"Mereka berkata, 'Anda tahu, Anda seorang pejuang kebebasan. Anda harus terus berjuang selamanya.' Nah, berjuang selamanya dengan apa? Dengan uang siapa, dengan amunisi siapa, dan dengan nyawa siapa?" ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Trump Hentikan Sementara Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Zelenskyy Segera Akhiri Perang