Perang Rusia Ukraina
Donald Trump Setop Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Presiden Zelenskyy Berdamai dengan Rusia
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan perdamaian konflik Rusia dan Ukraina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Trump-dan-Zelenskyy.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan perdamaian konflik Rusia dan Ukraina.
Melansir dari KompasTV, saat ini Trump telah menghentikan sementara bantuan militer AS untuk Ukraina.
Ia ingin Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan komitmen menyudahi perang.
Kebijakan Trump ini hanya beberapa hari pasca perselisihan antara Trump dengan Zelenskyy di Gedung Putih, AS.
Saat itu, Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance mengecam Zelenskyy karena dianggap tidak berterima kasih atas bantuan militer senilai lebih dari 180 miliar dolar yang telah dikirimkan Washington kepada Kiev sejak Rusia menginvasi Ukraina tiga tahun lalu.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump berfokus untuk mencapai kesepakatan damai dan ingin Zelenskyy berkomitmen pada tujuan tersebut.
Pejabat tersebut menambahkan, AS menunda dan meninjau bantuannya untuk memastikan bantuan tersebut berkontribusi pada solusi. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim kepada The Associated Press.
“Perintah tersebut akan berlaku hingga Trump memutuskan bahwa Ukraina telah menunjukkan komitmen untuk melakukan negosiasi perdamaian dengan Rusia,” kata pejabat tersebut.
Menjelang Pemilihan Umum 2024, Trump pernah berjanji akan segera mengakhiri perang di Ukraina, bahkan pernah sesumbar bahwa ia dapat menghentikan pertempuran dalam satu hari.
Ia telah menunjukkan rasa frustrasi terhadap Zelenskyy atas perang tersebut. Di sisi lain, ia menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah lama ia kagumi, dapat dipercaya untuk menjaga perdamaian jika gencatan senjata tercapai.
Pada Senin (3/2/2025), Trump mengecam Zelenskyy yang menyatakan akhir perang masih sangat, sangat jauh. Zelenskyy telah mengisyaratkan bahwa butuh waktu untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang.
"Ini adalah pernyataan terburuk yang pernah dibuat oleh Zelenskyy, dan Amerika tidak akan menoleransinya lebih lama lagi!" kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.
Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Senin malam, merujuk pada komentar Zelenskyy tersebut dan menegaskan pemimpin Ukraina itu sebaiknya tidak bersungguh-sungguh dengan yang ia ucapkan tentang akhir perang masih sangat lama.
Zelenskyy kemudian menggunakan media sosial dalam upaya untuk menjelaskan lebih lanjut pemikirannya.
Ia tidak secara langsung merujuk pada komentar Trump, tetapi menggarisbawahi bahwa sangat penting untuk mencoba membuat diplomasi benar-benar substantif guna mengakhiri perang ini secepat mungkin.
“Kita butuh perdamaian sejati dan rakyat Ukraina sangat menginginkannya karena perang telah menghancurkan kota-kota kita,” imbuh Zelenskyy.
“Kita kehilangan rakyat kita. Kita perlu menghentikan perang dan jaminan keamanan,” tambahnya.
Sebelumnya pemerintahan Trump dan pejabat Ukraina dijadwalkan akan menandatangani kesepakatan mineral langka dalam kunjungan Zelenskyy minggu lalu ke AS.
Kesepakatan ini merupakan balasan atas bantuan yang telah diberikan AS kepada Ukraina selama perang.
Namun kesepakatan itu urung dilakukan karena terjadinya pertikaian antara Zelenskyy dengan Trump dan Vance.
Gedung Putih telah menagih pakta tersebut sebagai cara untuk mempererat hubungan jangka panjang AS-Ukraina.
Vance, dalam sebuah wawancara dengan Sean Hannity dari Fox News yang ditayangkan Senin malam, mengatakan negara-negara Eropa telah merugikan Ukraina karena tidak menekan Zelenskyy untuk mengakhiri perang.
"Banyak teman Eropa kita yang memujinya," kata Vance.
"Mereka berkata, 'Anda tahu, Anda seorang pejuang kebebasan. Anda harus terus berjuang selamanya.' Nah, berjuang selamanya dengan apa? Dengan uang siapa, dengan amunisi siapa, dan dengan nyawa siapa?" ujarnya. (*)
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Trump Hentikan Sementara Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Zelenskyy Segera Akhiri Perang
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.