Sabtu, 14 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Donald Trump Setop Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Presiden Zelenskyy Berdamai dengan Rusia

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan perdamaian konflik Rusia dan Ukraina.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Donald Trump Setop Bantuan Militer AS untuk Ukraina, Tekan Presiden Zelenskyy Berdamai dengan Rusia
ANTARA/Xinhua/Hu Yousong
KEPALA NEGARA: Foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 28 Februari 2025. Kini Trump menghentikan sementara bantuan militer untuk Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengupayakan perdamaian konflik Rusia dan Ukraina.

Melansir dari KompasTV, saat ini Trump telah menghentikan sementara bantuan militer AS untuk Ukraina.

Ia ingin Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan komitmen menyudahi perang.

Kebijakan Trump ini hanya beberapa hari pasca perselisihan antara Trump dengan Zelenskyy di Gedung Putih, AS.

Saat itu, Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance mengecam Zelenskyy karena dianggap tidak berterima kasih atas bantuan militer senilai lebih dari 180 miliar dolar yang telah dikirimkan Washington kepada Kiev sejak Rusia menginvasi Ukraina tiga tahun lalu.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump berfokus untuk mencapai kesepakatan damai dan ingin Zelenskyy berkomitmen pada tujuan tersebut.

Pejabat tersebut menambahkan, AS menunda dan meninjau bantuannya untuk memastikan bantuan tersebut berkontribusi pada solusi. Pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim kepada The Associated Press.

“Perintah tersebut akan berlaku hingga Trump memutuskan bahwa Ukraina telah menunjukkan komitmen untuk melakukan negosiasi perdamaian dengan Rusia,” kata pejabat tersebut.

Menjelang Pemilihan Umum 2024, Trump pernah berjanji akan segera mengakhiri perang di Ukraina, bahkan pernah sesumbar bahwa ia dapat menghentikan pertempuran dalam satu hari.

Ia telah menunjukkan rasa frustrasi terhadap Zelenskyy atas perang tersebut. Di sisi lain, ia menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin, yang telah lama ia kagumi, dapat dipercaya untuk menjaga perdamaian jika gencatan senjata tercapai.

Pada Senin (3/2/2025), Trump mengecam Zelenskyy yang menyatakan akhir perang masih sangat, sangat jauh. Zelenskyy telah mengisyaratkan bahwa butuh waktu untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang. 

"Ini adalah pernyataan terburuk yang pernah dibuat oleh Zelenskyy, dan Amerika tidak akan menoleransinya lebih lama lagi!" kata Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya.

Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Senin malam, merujuk pada komentar Zelenskyy tersebut dan menegaskan pemimpin Ukraina itu sebaiknya tidak bersungguh-sungguh dengan yang ia ucapkan tentang akhir perang masih sangat lama. 

Zelenskyy kemudian menggunakan media sosial dalam upaya untuk menjelaskan lebih lanjut pemikirannya.

Ia tidak secara langsung merujuk pada komentar Trump, tetapi menggarisbawahi bahwa sangat penting untuk mencoba membuat diplomasi benar-benar substantif guna mengakhiri perang ini secepat mungkin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved