Perang Rusia Ukraina
Eropa Bakal Perkuat Ukraina Bak 'Landak Baja' dari Gempuran Rusia
Dengan dinamika yang terus berkembang, pertemuan di London menegaskan bahwa Eropa berupaya memperkuat pertahanan dan memastikan Ukraina memiliki posi
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/menyusun-rencana-guna-mengakhiri-perang-di-Ukraina.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memperingatkan bahwa Eropa berada di "persimpangan sejarah" karena meningkatnya ancaman dari Rusia.
Untuk menghadapinya, negara-negara Eropa berkomitmen memperkuat pertahanan mereka dan menjadikan Ukraina sebagai "landak baja" agar lebih sulit diserang.
Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan para pemimpin Eropa di London pada Minggu (2/3/2025).
Tujuan pertemuan ini sebetulnya merancang rencana perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Kekhawatiran utama dalam pertemuan ini adalah kemungkinan berkurangnya dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Inggris dan Prancis Susun Rencana Perdamaian
Dalam pertemuan tersebut, Inggris dan Prancis sepakat untuk bekerja sama dengan Ukraina dalam menyusun rencana perdamaian guna menghentikan invasi Rusia.
PM Starmer menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil langkah ini jika tidak yakin mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Sebagai bagian dari komitmennya, Inggris mengumumkan paket bantuan senilai 3,2 miliar dolar AS.
Paket ini mencakup pembangunan rudal pertahanan udara di Irlandia Utara yang akan dikirim ke Ukraina.
Pertemuan ini turut dihadiri Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, hanya dua hari setelah ia menghadapi diskusi tegang dengan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih.
Selain itu, Zelenskyy juga bertemu dengan Raja Charles III di Sandringham.
Eropa Tidak Akan Biarkan Rusia Menentukan Syarat Perdamaian
Setelah pertemuan, Starmer menegaskan bahwa Rusia tidak boleh dibiarkan "menentukan syarat" dalam kesepakatan damai dengan Ukraina.
"Kita harus memastikan Ukraina berada dalam posisi yang kuat sehingga bisa bernegosiasi dengan keunggulan," ujar Starmer.
Perang Rusia Ukraina
Zelenskiy
Ukraina
Rusia
Amerika Serikat
Perdana Menteri Inggris
Yosi Marten Basaur
Polda Gorontalo
Maruli Simanjuntak
| Rudal dan Drone Rusia Hantam Kyiv, 23 Tewas Termasuk 4 Anak, Dunia Kecam Serangan Mematikan |
|
|---|
| Trump Ancam Balas Rusia Usai Serangan ke Rumah Sakit Bersalin Ukraina |
|
|---|
| Serangan Besar Rusia Tewaskan 4 Orang di Kyiv, Ukraina Minta Dunia Bertindak Tegas |
|
|---|
| Ukraina Bombardir 4 Pangkalan Udara Rusia, 41 Pesawat Militer Hancur Lebur |
|
|---|
| 41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone |
|
|---|