Sabtu, 30 Mei 2026

Perang Rusia Ukraina

Eropa Bakal Perkuat Ukraina Bak 'Landak Baja' dari Gempuran Rusia

Dengan dinamika yang terus berkembang, pertemuan di London menegaskan bahwa Eropa berupaya memperkuat pertahanan dan memastikan Ukraina memiliki posi

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Eropa Bakal Perkuat Ukraina Bak 'Landak Baja' dari Gempuran Rusia
(Reuters: Justin Tallis)
PERANG RUSIA DAN UKRAINA - Volodymyr Zelenskyy, Keir Starmer, dan Emmanuel Macron berkomitmen untuk menyusun rencana guna mengakhiri perang di Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, memperingatkan bahwa Eropa berada di "persimpangan sejarah" karena meningkatnya ancaman dari Rusia.

Untuk menghadapinya, negara-negara Eropa berkomitmen memperkuat pertahanan mereka dan menjadikan Ukraina sebagai "landak baja" agar lebih sulit diserang.

Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan para pemimpin Eropa di London pada Minggu (2/3/2025).

Tujuan pertemuan ini sebetulnya merancang rencana perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.

Kekhawatiran utama dalam pertemuan ini adalah kemungkinan berkurangnya dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

Inggris dan Prancis Susun Rencana Perdamaian

Dalam pertemuan tersebut, Inggris dan Prancis sepakat untuk bekerja sama dengan Ukraina dalam menyusun rencana perdamaian guna menghentikan invasi Rusia.

PM Starmer menegaskan bahwa ia tidak akan mengambil langkah ini jika tidak yakin mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

Sebagai bagian dari komitmennya, Inggris mengumumkan paket bantuan senilai 3,2 miliar dolar AS.

Paket ini mencakup pembangunan rudal pertahanan udara di Irlandia Utara yang akan dikirim ke Ukraina.

Pertemuan ini turut dihadiri Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, hanya dua hari setelah ia menghadapi diskusi tegang dengan Presiden AS Donald Trump dan Wakil Presiden JD Vance di Gedung Putih.

Selain itu, Zelenskyy juga bertemu dengan Raja Charles III di Sandringham.

Eropa Tidak Akan Biarkan Rusia Menentukan Syarat Perdamaian

Setelah pertemuan, Starmer menegaskan bahwa Rusia tidak boleh dibiarkan "menentukan syarat" dalam kesepakatan damai dengan Ukraina.

"Kita harus memastikan Ukraina berada dalam posisi yang kuat sehingga bisa bernegosiasi dengan keunggulan," ujar Starmer.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved