Sabtu, 14 Maret 2026

Donald Trump

Donald Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Larang Atlet Transgender di Olahraga Wanita

Perintah ini, yang diberi nama "Keeping Men Out of Women's Sports," bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada lembaga federal dalam meninjau pendan

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Donald Trump Tandatangani Perintah Eksekutif Larang Atlet Transgender di Olahraga Wanita
Tangkapan Layar Video X/Twitter
PIDATO: Pidato Pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS. PERINTAH EKSEKUTIF: Trump kembali mengeluarkan aturan soal larangan atlet transgender. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang melarang semua atlet transgender bertanding dalam olahraga perempuan.

Perintah ini, yang diberi nama "Keeping Men Out of Women's Sports," bertujuan untuk memberikan kewenangan kepada lembaga federal dalam meninjau pendanaan bagi sekolah menengah, universitas, dan acara olahraga tingkat akar rumput.

"Dengan perintah eksekutif ini, perang terhadap olahraga wanita telah berakhir," kata Trump dalam upacara penandatanganan di East Room, Gedung Putih.

Ia dikelilingi oleh para atlet perempuan, anggota parlemen, dan tokoh olahraga wanita yang mendukung larangan tersebut, termasuk perenang Riley Gaines.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan perintah ini "menjunjung janji Title IX" dan akan meminta "tindakan segera, termasuk langkah penegakan hukum terhadap sekolah dan asosiasi olahraga" yang tidak menerapkan kebijakan olahraga dan ruang ganti berdasarkan jenis kelamin biologis.

Title IX merupakan undang-undang federal yang melarang diskriminasi berbasis jenis kelamin dalam program pendidikan yang menerima pendanaan dari pemerintah federal.

Trump menegaskan bahwa jika sekolah atau organisasi olahraga mengizinkan atlet transgender bertanding di tim wanita atau menggunakan fasilitas khusus perempuan, mereka akan diselidiki atas pelanggaran Title IX dan berisiko kehilangan pendanaan federal.

Selain itu, perintah eksekutif ini juga akan mencakup Olimpiade 2028 di Los Angeles, di mana visa akan ditolak bagi atlet transgender yang ingin berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa langkah ini mendapat dukungan luas dari publik dan bertujuan untuk memastikan "keadilan" dalam olahraga wanita.

Menurut survei Gallup tahun 2023, sebanyak 69 persen responden percaya bahwa atlet transgender seharusnya bertanding dalam tim yang sesuai dengan jenis kelamin yang ditetapkan saat lahir, sementara hanya 29 persen yang mendukung mereka bertanding berdasarkan identitas gender mereka.

Departemen Pendidikan AS telah menetapkan perintah ini sebagai prioritas dan akan mengambil tindakan terhadap sekolah yang mengizinkan atlet transgender untuk bertanding di kategori wanita.

Departemen tersebut telah membuka penyelidikan terhadap sekolah-sekolah umum di Denver, Colorado, yang mengganti kamar mandi khusus perempuan dengan kamar mandi netral gender, sementara kamar mandi khusus laki-laki tetap dipertahankan.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk Human Rights Campaign, organisasi advokasi LGBTQ di AS.

Presiden organisasi tersebut, Kelley Robinson, mengatakan bahwa perintah eksekutif ini "membuka peluang bagi pelecehan dan diskriminasi terhadap anak muda."

Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini akan "mendorong masyarakat untuk mempertanyakan gender anak-anak yang tidak sesuai dengan pandangan sempit tentang bagaimana mereka seharusnya berpakaian atau berpenampilan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved