Kamis, 5 Maret 2026

Berita Nasional

Warga Indonesia Ditembak Aparat Malaysia, Menlu Minta Investigasi Mendalam

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/1/2025) tersebut mengakibatkan satu orang WNI meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Indonesia Ditembak Aparat Malaysia, Menlu Minta Investigasi Mendalam
HMS
Menlu Sugiono, doc Sekretariat Presiden. 

Insiden ini menambah daftar panjang kasus yang melibatkan aparat Malaysia dan WNI di perbatasan kedua negara.

Sorotan terhadap penggunaan kekuatan oleh APMM pun semakin meningkat, terutama karena insiden ini memakan korban jiwa.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka melalui langkah hukum yang tegas. 

Dikecam DPR RI

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengecam tindakan otoritas maritim Malaysia, Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), yang melakukan penembakan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI).

Sebab akibat penggunaan tindakan berlebihan (excessive use of force) APMM, satu orang tewas dan empat lainnya terluka pada Jumat (24/1).

Demikian Sufmi Dasco dalam keterangannya sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (27/1/2025).

“Kami menyayangkan dan mengecam tindakan berlebihan (excessive use of force) yang dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), otoritas maritim Malaysia, yang telah menewaskan satu orang WNI tersebut,” kata Dasco.

Dasco mengatakan, DPR akan membentuk tim untuk memantau proses penanganan insiden penembakan terhadap lima PMI non-prosedural oleh APMM tersebut.

“DPR RI melalui komisi terkait akan membentuk tim untuk memantau penanganan insiden berdarah tersebut sehingga penanganan kasus ini dapat diungkap secara tuntas dan transparan,” ujarnya.

Selain itu, Dasco menuturkan, DPR juga akan mendorong Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membentuk tim investigasi untuk mengungkap insiden tersebut secara transparan.

Termasuk, sambung Dasco, meminta KP2MI untuk  melakukan pendampingan hukum terhadap korban penembakan hingga mengatur pemulangan jenazah ke tanah air.

Dalam keterangannya, Dasco menyampaikan DPR juga akan memanggil Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan KP2MI untuk mengonfirmasi insiden tersebut.

Tidak hanya itu, Dasco mendorong kedua kementerian itu menempuh langkah-langkah diplomatik untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas dan transparan.

“Pada tahap saat ini, kami meminta Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk mengirim nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia terkait insiden penembakan lima orang WNI pekerja migran tersebut,” tuturnya.

Dasco pun menyampaikan dukacita atas tewasnya satu WNI dalam insiden penembakan di perairan Tanjung Rhu, Malaysia. Insiden penembakan terhadap lima PMI non-prosedural oleh APMM terjadi pada Jumat (24/1) pukul 03.00 waktu Malaysia.(*)

 

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved