Breaking News
Kamis, 12 Maret 2026

Nakes RS Dunda Limboto Gorontalo Bakal Kena Sanksi jika Terbukti Sebabkan Pasien Meninggal

"RSUD memiliki tim penilai kinerja yang secara rutin melakukan audit medis. Jika ada pelanggaran SOP, maka sanksi akan diberikan sesuai tingkat kesala

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Nakes RS Dunda Limboto Gorontalo Bakal Kena Sanksi jika Terbukti Sebabkan Pasien Meninggal
gmpas
Pihak RS Dunda Limboto, Gorontalo, siap beri sanksi ke nakes jika terbukti lalai hingga sebabkan pasien meninggal dunia. 

Keluarga almarhumah mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan medis yang dinilai lambat dan tidak konsisten, terutama dalam menangani kebutuhan transfusi darah.

Menurut Hadijah Uno (60), bibi almarhumah, Melanda dilarikan ke puskesmas pada Selasa (26/11/2024) setelah mengalami demam tinggi.

Pihak puskesmas merujuknya ke RSUD Dunda Limboto karena kondisi pasien dianggap memerlukan penanganan lebih lanjut.

Saat diperiksa, kadar hemoglobin (HB) Melanda terdeteksi hanya 4, jauh di bawah batas normal, sehingga membutuhkan transfusi darah secara mendesak.

Pada pukul 23.00 WITA, keluarga diminta pihak rumah sakit mencari 8–10 kantong darah untuk transfusi.

“Pada malam itu, kami hanya berhasil mendapatkan 2 kantong darah. Kami meminta agar darah tersebut segera digunakan sambil menunggu kantong lainnya, tetapi permintaan itu ditolak oleh perawat,” jelas Hadijah.

Penolakan tersebut membuat keluarga kebingungan. Baru keesokan harinya, setelah kondisi Melanda memburuk, pihak rumah sakit mengizinkan penggunaan dua kantong darah yang tersedia.

Namun, nyawa Melanda tidak dapat diselamatkan.

“Kadarullah, ketika darah tersedia, nyawa keponakan saya sudah tidak bisa diselamatkan. Jika dari awal dua kantong itu digunakan, mungkin nasibnya berbeda,” ungkap Hadijah penuh penyesalan.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved