Polisi Aniaya Nakes
Masih Ingat Taufik Nur? Nakes Gorontalo Dianiaya Polisi hingga Babak Belur, Kini Jadi Tersangka
Nasib malang dialami Taufik Nur. Taufik dilaporkan oleh oknum polisi yang bermasalah dengannya pada April 2024 lalu.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Taufik-Nur-menceritakan-kronologis-penganiayaan-yang-dialaminya.jpg)
Taufik yang tertidur lelap kaget saat tiba-tiba merasakan pukulan di wajahnya.
"Saat kena pukulan, saya tidak melawan karena posisi saya setengah sadar," ujarnya.
Saat itu, pintu kamar dalam keadaan tertutup dan situasinya gelap.
"Masih setengah sadar, saya dengar dia bilang 'kamu yang sering hubungi pacar saya kan'," ungkap Taufik.
Taufik yang tidak melawan, menerima pukulan bertubi-tubi hingga mengakibatkan patah tulang hidung.
Ia berusaha membela diri dan keluar dari kamar. Saat itu, Taufik hanya menggunakan celana pendek tanpa baju.
Perkelahian antara Taufik dan oknum polisi tersebut berlangsung sengit hingga akhirnya Taufik berhasil mengunci leher sang oknum.
"Dalam posisi terkunci itu, dia masih melawan, saya juga melawan," terangnnya.
Namun, perlawanan Taufik tak berhenti sampai di situ.
Melihat adanya keributan, seorang nakes lain dari lantai satu naik ke atas dan diminta Taufik untuk mengambilkan tali.
Alih-alih menuruti perintah, nakes tersebut justru turun dan memanggil warga sekitar.
Dengan kedatangan warga, Taufik dan oknum polisi tersebut berhasil dipisahkan.
Taufik kemudian melaporkan kejadian penganiayaan ini ke pihak kepolisian dan melakukan visum.
Diduga motif penganiayaan ini adalah cemburu. Oknum polisi tersebut kesal karena pacarnya yang seorang bidan di Puskesmas Paguyaman sering berkomunikasi dengan Taufik.
Jangan Ketinggalan Berita Peristiwa Terkini. Yuk Ikuti Facebook Tribun Gorontalo