Berita Lingkungan
Emisi Metana Dunia Meningkat Tajam Meski Ada Janji Pengurangan
Tujuannya jelas untuk memperlambat pemanasan global sambil memberi waktu untuk mengurangi emisi karbon dioksida.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sejak 2021, dunia mencanangkan Global Methane Pledge untuk memotong emisi metana sebesar 30 persen pada akhir dekade.
Tujuannya jelas untuk memperlambat pemanasan global sambil memberi waktu untuk mengurangi emisi karbon dioksida.
Hingga kini, lebih dari 150 negara telah menandatangani janji ini, mewakili lebih dari separuh emisi metana global, gas rumah kaca yang sangat kuat meski berumur pendek.
Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan emisi metana global terus meningkat.
Konsentrasinya di atmosfer kini tumbuh lebih cepat daripada periode mana pun dalam 40 tahun terakhir sejak pencatatan global dimulai.
Temuan ini dipublikasikan dalam laporan anggaran metana global keempat oleh Global Carbon Project, melibatkan 66 lembaga penelitian dari seluruh dunia.
Manusia Mempercepat Emisi Metana
Metana secara alami dihasilkan dari pembusukan materi organik di lahan basah.
Namun, aktivitas manusia telah mempercepat emisi metana. Manusia kini bertanggung jawab atas dua pertiga dari seluruh emisi metana global.
Sumber utama emisi metana adalah peternakan, pertanian, pengelolaan sampah, dan ekstraksi bahan bakar fosil.
Pertanian menyumbang 40 persen, bahan bakar fosil 36 persen, serta tempat pembuangan sampah dan air limbah 17 persen.
Emisi metana dari bahan bakar fosil kini sebanding dengan emisi dari peternakan.
Tempat pembuangan sampah dan bahan bakar fosil, terutama gas alam yang terlepas selama proses ekstraksi, menjadi kontributor terbesar yang terus meningkat.
Mengapa Metana Berbahaya?
Metana adalah gas rumah kaca terpenting kedua setelah karbon dioksida. Meski emisi metana lebih sedikit, dampaknya jauh lebih kuat.
| Banjir Pohuwato Tak Bisa Disalahkan ke PETI Saja, Ini Kata WALHI Gorontalo |
|
|---|
| Gercep! Tim Kebersihan Pastikan Sampah Sisa Tahun Baru di Kota Gorontalo Tak Kesiangan |
|
|---|
| TPA Talumelito Gorontalo Masih Andalkan Cara 'Kuno' Kelola Sampah, Anggaran Tak Sampai Rp 1 Miliar |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di Danau Limboto Kian Mengkhawatirkan, Warga dan Nelayan Mengeluh Bau Busuk |
|
|---|
| Jadi Rest Area Burung Migran dari Berbagai Negara, Kondisi Danau Limboto Gorontalo Disorot Aktivis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gas-metana-di-dunia-makin-meningkat.jpg)