Orang Hanyut di Pohuwato
Derasnya Air Bendungan Randangan, Sulitkan Pencarian Korban Hanyut
Pencarian korban hanyut di Bendungan Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo terus dilakukan.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bendungan-Desa-Ayula-Kecamatan-Randangan-vvv.jpg)
TRIBUNGORONTALO. COM, POHUWATO - Pencarian korban hanyut di Bendungan Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo terus dilakukan.
Pantauan tribungorontalo.com, Selasa (09/07/2024), puluhan warga memadati area sekitar bendungan untuk menyaksikan proses evakuasi menggunakan alat seadanya.
Proses pencarian melibatkan sejumlah personel dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, yang dipimpin langsung Kepala Pos SAR Marisa Haryanto Mohamad.
Upaya pencarian tidaklah mudah karena kondisi air di Bendungan Randangan yang cukup berbahaya akibat derasnya pusaran air.
Para petugas SAR Pohuwato menggunakan perahu karet untuk mencari korban, namun mereka menghadapi kendala serius karena tidak dapat masuk ke area yang diharapkan.
"Saat ini, proses pencarian masih menunggu korban untuk mengambang di permukaan air. Pusaran air yang deras membuat perahu karet SAR Pohuwato sulit untuk beroperasi dengan efektif," ungkapnya.
Keadaan yang terjadi menurut Haryanto, mengingatkan tragedi sebelumnya di Bandung, di mana seorang anggota SAR meninggal dunia dalam upaya pencarian korban di bendungan.
Meskipun demikian, semangat untuk menemukan korban tidak luntur. Tim SAR bersama masyarakat terus berupaya maksimal untuk mencari korban yang belum ditemukan.
"Kami terus berupaya untuk melakukan pencarian," tandasnya.
Camat Randangan, Sahrudin Saleh menyampaikan bahwa, telah melakukan rapat dan briefing dengan semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian.
Tujuannya untuk memaksimalkan upaya pencarian dengan menggunakan berbagai cara salah satunya menutup pintu masuknya Bendungan air Randangan.
"Memang sulit, sehingga caranya dengan mencoba menutup pintu masuk air, agar korban bisa terlihat langsung dari permukaan," tutupnya.
2 Warga Hanyut di Bendungan Randangan Pohuwato Gorontalo
DIkatehui, dua warga dilaporkan hanyut di Bendungan Randangan, Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, Senin (08/07/2024) Pukul 17:30 Wita.
Kedua korban adalah Rolin Amana (15) Warga Desa Ayula, Kecamatan Randangan dan Wiranto (20) warga Kecamatan Parimo, Sulawesi Tengah.
Haryanto Mohamad, Kepala SAR Pos Marisa, kepada tribungorontalo.com, Senin (08/07/2024) menyampaikan bahwa, kedua korban awalnya mandi di bendungan tersebut.
Rolin Amana masuk ke dalam air terlebih dahulu, disusul oleh Wiranto yang terjun dari atas bendungan.
Namun sesaat setelah terjun, Wiranto susah untuk berenang ketepian karena pusaran arus bendungan yang kencang
Menyadari hal tersebut, Rolin berusaha menolong temannya, namun arus yang deras justru membuat Rolin terbawa arus.
Wiranto sendiri berhasil berenang ke tepi bendungan, namun Rolin terus terbawa arus sampai tidak muncul lagi dipermukaan air.
"Saat itu Rolin berusaha membantu Wiranto, namun karena arus air yang sangat deras, Rolin terbawa arus," ujarnya.
Pencarian terhadap Rolin masih terus dilakukan oleh tim SAR dibantu oleh warga dan aparat Desa Ayula.
Haryanto juga menyampaikan kepada masyarakat Pohuwato untuk lebih berhati-hati di musim hujan yang kian melanda Gorontalo.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mengambil risiko saat berada di dekat perairan, terutama saat cuaca tidak mendukung. Keselamatan adalah yang utama," tuturnya.
Srianty (19), seorang saksi yang berada di lokasi kejadian, mengaku telah melarang kedua korban untuk mandi karena kondisi hujan deras dan arus yang sangat kencang.
"Saya sudah melarang mereka untuk mandi karena hujan deras dan arus sangat kencang, tetapi keduanya tetap ingin mandi," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.