Viral Pupuk
Batuan di Pupuk Phonska Memang Kandungan Alami, Ini Manfaatnya kata Distan Boalemo Gorontalo
Pada pertemuan bersama penyuluh se Kabupaten Boalemo, Andi Faisal Hurudji Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo menegaskan, bahwa material batu ter
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/pupuk-Phonska-memang-mengandung-mineral-batuan-tapi-alami.jpg)
Dikutip dari Paper Universitas Maria Kudus, Rock phosphate (batuan fosfat alam) adalah sumber hara “P” yang berasal dari mineral.
Rock phosphate ditambang secara alami dan banyak terdapat di berbagai negara. Fosfat digunakan sebagai bahan pupuk.
Sebelumnya, material pupuk mirip batu ini viral di media sosial Boalemo, Gorontalo. Kabar ini semakin menguat, karena adanya bukti dari petani Boalemo yakni Kasto Slamet.
Kasto mendapati pupuk subsidi Pemerintah yang dibelinya itu, saat dibuka sudah bercampur batu.
Ia pun mengeluhkan penyebaran pupuk subsidi dengan kondisi sudah bercampur batu tersebut.
Adapun masalah ini juga semakin membesar, karena di kritik langsung oleh Harijanto Mamangkey anggota DPRD Boalemo.
Anggota DPRD setempat itu bahkan sempat meminta Pemerintah Boalemo khususnya Dinas Pertanian mengusut hal tersebut.
"Saya juga berterima kasih kepada Anggota DPRD selaku fungsi kontrol dan juga masyarakat yang telah memviral kan pupuk ini, mungkin sosialisasi dari kami yang masih kurang," pungkas Andi.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, dalam Press Release-nya pada 13 Juni 2024, mengatakan material yang diduga sebagai batu kerikil tersebut bukan sebagai batu, tapi merupakan fosfat batuan (rock phospate) yang bersumber dari bahan baku Pupuk.
Dijelaskannya, meski bentuknya menyerupai Batu, namun perusahaan memastikan bahwa pupuk tersebut merupakan produk berkualitas baik dan telah memenuhi standar yang berlaku.
Pihak perusahaan juga menjamin bahwa pupuk yang dikira bercampur batu tersebut dapat digunakan dengan baik oleh para petani dalam menanam.
Menurut Wijaya Laksana, Pupuk NPK Phonska baru akan melalui proses pengantongan setelah butirannya masuk dalam kategori On Size (2,00mm-4,00mm sesuai dengan standar yang berlaku.
“Kami memastikan bahwa pupuk NPK Phonska, sebagaimana terlihat dalam unggahan video tersebut, tetap bisa dilarutkan dan digunakan secara efektif oleh para petani untuk mendukung pertumbuhan tanaman,” urainya.(*)