Jumat, 13 Maret 2026

Pemilihan Presiden Amerika

Sosok Gavin Newsom Digadang-gadang Gantikan Joe Biden Calon Presiden AS dari Partai Demokrat

Beberapa sumber partai yang tidak disebutkan namanya bahkan menyarankan agar Biden digantikan sebelum konvensi partai yang akan mengonfirmasi pencalon

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Sosok Gavin Newsom Digadang-gadang Gantikan Joe Biden Calon Presiden AS dari Partai Demokrat
Reuters
Gubernur California, Gavin Newsom diisiukan gantikan Joe Biden sebagai calon Presiden Amerika selanjutnya. 

Dijuluki sebagai "pengganti Biden" oleh MSNBC, Newsom sering membela partai dalam berbagai kesempatan.

Berbeda dengan Biden, Newsom tidak kesulitan dalam wawancara atau berdebat dengan Partai Republik.

Setelah debat, Newsom langsung membela Biden dengan mengatakan, "Kita memiliki kesempatan untuk mendukung presiden ini yang telah mendukung kita. Anda tidak berbalik badan." Meskipun mendukung Biden secara vokal, Newsom terus meningkatkan profilnya sendiri.

Tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai gubernur California, Newsom berfokus pada debat dengan Partai Republik terkenal dan berencana melakukan perjalanan ke enam negara bagian untuk membantu kampanye Demokrat.

Ia telah membangun jaringan penggalangan dana, infrastruktur kampanye, dan pesan yang kuat selama beberapa tahun terakhir.

Newsom juga menulis memoar, sebuah langkah yang biasa dilakukan para calon presiden.

Newsom memiliki disleksia parah, yang membuatnya kesulitan membaca di depan umum atau mengeja, tetapi hal ini tidak menghalanginya memberikan pidato panjang lebar dari hafalan.

Ia bahkan menulis buku tentang disleksia dan menyumbangkan semua hasil penjualannya untuk amal.

Berkat upayanya, California berpotensi menjadi negara bagian pertama yang menyambut sepasang panda raksasa baru dari Tiongkok.

Selain itu, Newsom memiliki hubungan unik dengan keluarga Trump, karena mantan istrinya, Kimberly Guilfoyle, kini bertunangan dengan Donald Trump Jr.

Jika Newsom naik ke puncak Partai Demokrat, dia mungkin akan kembali berhadapan dengan mantan istrinya di arena politik.

Dengan situasi yang terus berkembang, Partai Demokrat harus segera menentukan langkah strategis mereka menuju pemilihan November mendatang. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved