Pemilihan Presiden Amerika
Sosok Gavin Newsom Digadang-gadang Gantikan Joe Biden Calon Presiden AS dari Partai Demokrat
Beberapa sumber partai yang tidak disebutkan namanya bahkan menyarankan agar Biden digantikan sebelum konvensi partai yang akan mengonfirmasi pencalon
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Gubernur-California-Gavin-Newsom.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Setelah penampilan mengecewakan Presiden AS Joe Biden dalam debat melawan calon kuat dari Partai Republik, Donald Trump, kepanikan dilaporkan melanda Partai Demokrat.
Beberapa sumber partai yang tidak disebutkan namanya bahkan menyarankan agar Biden digantikan sebelum konvensi partai yang akan mengonfirmasi pencalonannya dalam pemilihan November mendatang.
Nama-nama calon pengganti Biden mulai bermunculan, dan salah satu yang paling mencuat adalah Gubernur California, Gavin Newsom.
Siapakah Newsom, dan bagaimana dia bisa mendekati puncak Partai Demokrat?
Gavin Newsom, lahir pada tahun 1967 di San Francisco, adalah generasi keempat San Franciscan.
Meski tumbuh dengan disleksia, Newsom berhasil menyelesaikan pendidikan hingga universitas.
Sebagai pemain bisbol, ia mendapatkan sebagian beasiswa bisbol di Universitas Santa Clara, tempat ia lulus sebelum terjun ke dunia bisnis.
Setelah pernikahan pertamanya dengan jaksa wilayah Kimberly Guilfoyle berakhir, ia menikah dengan Jennifer Siebel dan memiliki empat anak.
Bisnisnya yang meliputi restoran dan hotel berkembang pesat sebelum akhirnya ia beralih ke politik.
Newsom memulai karier politiknya dari bawah, di dewan Komisi Parkir dan Lalu Lintas San Francisco pada tahun 1996.
Media lokal menggambarkannya sebagai "liberal sosial dan pengawas fiskal." Karier politiknya menanjak hingga ia menjadi walikota San Francisco pada tahun 2003, di mana ia menjabat dua periode.
Ia menjadi sorotan nasional ketika mendukung pernikahan sesama jenis yang melanggar hukum negara bagian.
Meskipun menghadapi reaksi keras, popularitasnya terus naik hingga ia terpilih sebagai Gubernur California pada tahun 2019 dengan kemenangan telak.
Masa jabatan Newsom sebagai gubernur tidak tanpa masalah. Kritikus menunjuk pada catatan buruknya di berbagai isu kunci seperti tingkat tunawisma yang tinggi, masalah narkoba, imigrasi, hukum dan keselamatan, serta pajak tinggi.
Calon Presiden Demokrat Berikutnya?
Dijuluki sebagai "pengganti Biden" oleh MSNBC, Newsom sering membela partai dalam berbagai kesempatan.
Berbeda dengan Biden, Newsom tidak kesulitan dalam wawancara atau berdebat dengan Partai Republik.
Setelah debat, Newsom langsung membela Biden dengan mengatakan, "Kita memiliki kesempatan untuk mendukung presiden ini yang telah mendukung kita. Anda tidak berbalik badan." Meskipun mendukung Biden secara vokal, Newsom terus meningkatkan profilnya sendiri.
Tidak bisa mencalonkan diri lagi sebagai gubernur California, Newsom berfokus pada debat dengan Partai Republik terkenal dan berencana melakukan perjalanan ke enam negara bagian untuk membantu kampanye Demokrat.
Ia telah membangun jaringan penggalangan dana, infrastruktur kampanye, dan pesan yang kuat selama beberapa tahun terakhir.
Newsom juga menulis memoar, sebuah langkah yang biasa dilakukan para calon presiden.
Newsom memiliki disleksia parah, yang membuatnya kesulitan membaca di depan umum atau mengeja, tetapi hal ini tidak menghalanginya memberikan pidato panjang lebar dari hafalan.
Ia bahkan menulis buku tentang disleksia dan menyumbangkan semua hasil penjualannya untuk amal.
Berkat upayanya, California berpotensi menjadi negara bagian pertama yang menyambut sepasang panda raksasa baru dari Tiongkok.
Selain itu, Newsom memiliki hubungan unik dengan keluarga Trump, karena mantan istrinya, Kimberly Guilfoyle, kini bertunangan dengan Donald Trump Jr.
Jika Newsom naik ke puncak Partai Demokrat, dia mungkin akan kembali berhadapan dengan mantan istrinya di arena politik.
Dengan situasi yang terus berkembang, Partai Demokrat harus segera menentukan langkah strategis mereka menuju pemilihan November mendatang. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.