Pemilihan Presiden Amerika
Joe Bidan Tampil Kurang Memuaskan saat Debat dengan Trump, Akui Dirinya tak Lagi Muda
Pernyataan ini disampaikan meskipun penampilannya dalam debat terakhir yang mengecewakan, telah memicu kekhawatiran di kalangan Demokrat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Performa-Joe-Biden_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan tekadnya untuk mengalahkan rival Republik, Donald Trump, dalam pemilihan presiden yang akan datang pada November.
Pernyataan ini disampaikan meskipun penampilannya dalam debat terakhir yang mengecewakan, telah memicu kekhawatiran di kalangan Demokrat.
Dalam rapat umum di Carolina Utara beberapa jam setelah debat sengit tersebut, Biden mengakui jika dirinya sudah tak lagi muda.
"Saya tahu saya bukan pria muda. Saya tidak berjalan secepat dulu, tidak berbicara sehalus dulu, tidak berdebat sebaik dulu, tapi saya tahu apa yang saya tahu. Saya tahu bagaimana mengatakan yang sebenarnya," tegasnya.
Setidaknya kata Biden, dirinya tahu terkait salah dan benar. Ia tahu apa yang harus dilakukan saat jadi Presiden.
"Saya tahu bagaimana menyelesaikan sesuatu. Ketika Anda jatuh, Anda bangkit kembali," tegas dia.
Saat berbicara, pendukung bersorak "empat tahun lagi, empat tahun lagi" dan "USA, USA, USA".
Sebagai informasi, debat dengan Trump pada Kamis kemarin, Biden memperlihatkan beberapa kekeliruan verbal dan tanggapan yang kadang-kadang bertele-tele.
Hal ini meningkatkan kekhawatiran pemilih mengenai kelayakannya untuk menjalani masa jabatan empat tahun lagi.
Hal ini memicu spekulasi di kalangan Demokrat tentang kemungkinan mencari pengganti Biden sebagai kandidat mereka untuk pemilihan 5 November.
Sementara itu, meskipun Trump, yang berusia 78 tahun, mengeluarkan serangkaian pernyataan palsu selama debat, fokus publik pascadebat tetap pada Biden, khususnya di kalangan Demokrat.
Meski begitu, kampanye Biden berhasil mengumpulkan $14 juta pada hari Kamis dan Jumat, mencatatkan jam penggalangan dana terbaik mereka segera setelah debat Kamis malam tersebut.
Sebagai perbandingan, kampanye Trump melaporkan berhasil mengumpulkan $8 juta pada malam debat.
Biden, yang telah mencetak sejarah sebagai presiden Amerika tertua, hanya menghadapi sedikit tantangan selama proses nominasi partai yang berlangsung berbulan-bulan.
Tetapi kini, ia telah mendapatkan cukup dukungan untuk memastikan posisinya sebagai calon Demokrat.
| Rusia akan Tunggu Donald Trump Penuhi Janji untuk Akhiri Perang di Ukraina |
|
|---|
| Ini Janji Kamala Harris saat Dikalahkan Donald Trum dalam Pemilihan Presiden Amerika |
|
|---|
| Bagaimana Nasib Gaza setelah Donald Trump Menang di Pilpres AS?, Bisa Jadi Israel Punya Wilayah Baru |
|
|---|
| Donald Trump Kini Kembali Jadi Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Dulu Jadi Presiden Tahun 2017 |
|
|---|
| Pilpres Amerika Serikat Telan Biaya 15,9 Miliar Dolar, Jadi Pilpres Termahal Dalam Sejarah |
|
|---|