Kasus Pelecehan Gorontalo

Update Kasus Pelecehan Mahasiswa, Rektor Universitas Pohuwato Akan Panggil Dosen Terduga Pelaku

Pihak Universitas Pohuwato menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan mahasiswa.

Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com/Istockphoto
Rektor Universitas Pohuwato Jory Karim akan memanggil dosen terduga pelaku pelecehan mahasiswa 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Pihak Universitas Pohuwato menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan mahasiswa.

Menurut Rektor Universitas Pohuwato, Jory Karim, pihaknya akan memanggil dosen bersangkutan terduga pelaku.

Jory Karim mengatakan civitas kampus dan dosen akan segera mengadakan pertemuan internal untuk membahas kasus tersebut.

"Kami akan duduk bersama dan membahas soal kasus yang melibatkan oknum kampus di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (10/06/2024).

Lebih lanjut, Jory menyatakan saat ini Unipo berusaha menyelesaikan masalah antara dosen dan mahasiswa secara adil.

"Ini akan diselesaikan dengan tepat dan cepat dan tidak akan merugikan pihak korban dan pelaku," tuturnya.

Jory meminta semua pihak yang terlibat bisa menunggu keputusan terbaik dari pihak kampus.

"Semoga ini cepat selesai saja, dan mahasiswa serta dosen bisa belajar dan bekerja sebagaimana mestinya. Hanya itu keinginan saya," jelasnya.

Kronologi

Universitas Pohuwato, Gorontalo.
Universitas Pohuwato (Foto: Google Street View)

Awalnya, sang mahasiswa yang ingin pindah kelas dari Reguler ke Karyawan mencari saran dari dosen berinisial HH.

Namun, momen konsultasi berubah menjadi tragedi. Terjebak di ruangan terkunci, sang mahasiswi mengalami pelecehan oleh oknum dosen bejat tersebut.

"Pelaku kembali dan sengaja mengunci pintu ruangan, kemudian melakukan tindakan pelecehan terhadap anak saya,," ungkap sang ayah, SK, dengan suara bergetar menahan emosi, Jumat (7/6/2024). 

Kejadian traumatis ini baru terungkap beberapa pekan kemudian, setelah SK curiga dengan absennya sang putra dari kampus. Rasa curiga itu pun terbukti benar.

SK, yang menuntut keadilan bagi anaknya, mendesak rektor untuk menindak tegas oknum dosen tersebut. Ia pun tak segan membawa kasus ini ke ranah hukum.

 

======================================================

Ikuti Saluran WhatsApp TribunGorontalo untuk informasi dan berita menarik lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved