Sabtu, 28 Maret 2026

Jagung Gorontalo

Gorontalo Ekspor Jagung 50 Ribu Ton ke Filipina, Sebelumnya Indonesia Impor 250 Ribu Ton

Mentan Amran juga melepas jagung dari Gorontalo ke Jakarta sebanyak 10 ribu ton dari total pengiriman periode Januari hingga Mei 2024 sebanyak 264 rib

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gorontalo Ekspor Jagung 50 Ribu Ton ke Filipina, Sebelumnya Indonesia Impor 250 Ribu Ton
Pemprov
Pemecahan kendi oleh Asisten Khusus Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamaoeddin, sebagai simbol ekspor perdana jagung Gorontalo di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (29/5/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melepas ekspor perdana jagung Gorontalo di Pelabuhan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (29/5/2024).

Pelepasan ekspor jagung ditandai dengan pemecahan kendi oleh Asisten Khusus Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamaoeddin, yang turut disaksikan oleh Penjabat Gubernur Gorontalo, Mohammad Rudy Salahuddin.

“Ekspor ini merupakan kebanggaan bagi Gorontalo dan Indonesia. Lima bulan lalu kita mengimpor 250 ribu ton jagung, tapi hari ini kita menyerang balik dengan mengekspor 50 ribu ton jagung ke Filipina,” kata Amran.

Ekspor perdana jagung tahun ini dari Gorontalo dengan tujuan Filipina senilai Rp209 miliar. Ekspor dilakukan oleh tiga perusahaan swasta, yaitu PT. Sentosa Utama Lestari dan PT. Gorontalo Pangan Lestari, masing-masing sebesar 13 ribu ton, serta PT. Seger Pangan Sejahtera sebesar 24 ribu ton.

Baca juga: Sampah Menggunung 13 Meter di Desa Buntulia Tengah, Warga Kesal Tak Kunjung Diangkut

Mentan Amran juga melepas jagung dari Gorontalo ke Jakarta sebanyak 10 ribu ton dari total pengiriman periode Januari hingga Mei 2024 sebanyak 264 ribu ton.

“Produksi jagung Gorontalo meningkat 50 persen, tahun ini mencapai 1,5 juta ton. Tahun depan targetnya di atas 2 juta ton, dan kami yakin bisa dicapai,” ujar Amran.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Gorontalo Rudy Salahuddin mengatakan, ekspor jagung menjadi alternatif untuk menstabilkan harga jagung dalam negeri yang sempat anjlok akibat panen raya.

Rudy mengungkapkan, luas tanam jagung Gorontalo seluas 356 ribu hektar dan diprediksi hingga akhir tahun 2024 produksi jagung bisa mencapai 1,5 juta ton.

Baca juga: Harga Beras di Pohuwato Turun Menjelang Idul Adha, Beras Makasar dan Lokal Paling Murah

“Dengan kondisi ini Gorontalo siap berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional. Mohon dukungan dan bantuan dari bapak Menteri agar petani Gorontalo terus berproduksi,” pungkas Rudy.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved