3 Kasus Penganiayaan yang Melibatkan Polisi Gorontalo Sejak Januari 2024

Berikut TribunGorontalo.com merangkum kasus penganiayaan di Gorontalo yang melibatkan personel polisi. Perlu diketahui, data ini diambil dari sejumlah

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Tiga korban yang diduga dianiaya polisi Gorontalo. Kasus-kasus ini terjadi sejak Januari 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sedikitnya ada 3 kasus penganiayaan yang melibatkan oknum polisi Gorotnalo dalam kurun waktu 4 bulan terakhir sejak Januari 2024.

Kejadian ini menimbulkan keresahan dan pertanyaan publik mengenai akuntabilitas dan profesionalisme aparat penegak hukum di Gorontalo.

Kasus-kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana oknum polisi bisa melakukan tindakan penganiayaan tanpa rasa takut akan konsekuensi hukum.

Berikut TribunGorontalo.com merangkum kasus penganiayaan di Gorontalo yang melibatkan personel polisi. Perlu diketahui, data ini diambil dari sejumlah peristiwa yang berhasil diberitakan sejak Januari 2024. 

1. Polisi Aniaya Mahasiswa UNG

Kasus pertama terjadi pada 15 Januari 2024 lalu, korbannya adalah Muh Zulkifli Usman (23), seorang mahasiswa Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Zulkifli Usman menceritakan kronologi dan pengeroyokan yang dialaminya.  Peristiwa itu  terjadi di Desa Tinelo, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo pada 15 Januari 2024 lalu, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari. 

Awalnya ia hendak membahas masalah angsuran motor yang sempat menunggak.

"Saya mau konfirmasi ke pemilik pertama, yang mana saya menunggak selama 1 bulan," ungkap Zul saat dihubungi TribunGorontalo.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/1/2023).

Pria asal Kendari Sulawesi Tenggara ini menyebut, bahwa ia masih perlu membayar lagi total empat kali angsuran ke pihak finance. 

"Motornya itu Honda Scoopy Putih. Setiap bulan Rp 500 ribu yang saya rutin bayar ke FIF," rincinya. 

Menurutnya, konfirmasi ke pihak pertama pemilik kendaraan, hal itu telah selesai dibicarakan.

Namun tak lama berselang, datang salah satu pelaku yang diduga polisi, langsung menginterogasinya. 

"Saya tau dia anggota karena saya kenal dia," ungkapnya. 

Tak lama berselang, sejumlah pelaku yang tanpa panjang lebar langsung melayangkan pukulan ke arah wajahnya.

Pelaku diduga berjumlah empat orang, termasuk oknum polisi berinisial H.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved