Meski Ramadan, Polantas Gorontalo Tetap Turun ke Jalan Gelar Operasi Mobile

Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Lukman Cahyono, menegaskan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas selama bulan Ramadan

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Meski Ramadan, Polantas Gorontalo Tetap Turun ke Jalan Gelar Operasi Mobile
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
TILANG--Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Lukman Cahyono, diwawancarai, Jumat (27/2/2026). Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga. 

Ringkasan Berita:
  • Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Lukman Cahyono, menegaskan penindakan pelanggaran lalu lintas selama Ramadan tetap dilakukan
  • Karena belum semua petugas bersertifikasi, setiap penindakan wajib diawasi perwira guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan praktik transaksional. 
  • Selain penegakan hukum, Polda Gorontalo juga mengedepankan patroli preventif, sosialisasi, serta program ASRI Peduli agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga selama bulan puasa.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi Lukman Cahyono, menegaskan bahwa penindakan pelanggaran lalu lintas selama bulan Ramadan tetap dilakukan, namun dengan pendekatan yang lebih humanis. 

Tilang tetap diberlakukan, khususnya untuk pelanggaran kasat mata dan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, seperti balap liar dan kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.

Hal itu disampaikan Lukman saat diwawancarai, Jumat (27/2/2026). 

Ia menjelaskan, idealnya seluruh petugas yang melakukan penindakan di lapangan telah memiliki sertifikasi. 

Baca juga: Jualan di Pasar Senggol Gorontalo Rugi? Rukia Laiya Justru Sewa Tiga Lapak, Ini Alasannya 

Sertifikasi tersebut diperoleh melalui pembekalan dan ujian kompetensi, sehingga petugas dinilai layak melakukan penindakan secara profesional.

“Memang saat ini jumlah petugas yang sudah bersertifikasi penindakan pelanggaran masih terbatas. Proses sertifikasi dilakukan bertahap dan berpindah-pindah tempat, sebelumnya di Jakarta, lalu Balikpapan,” ujar Lukman.

Menurutnya, jajaran lalu lintas di Gorontalo juga tengah mengupayakan sertifikasi mandiri. 

Langkah ini dilakukan agar tidak sepenuhnya bergantung pada jadwal dari Korlantas Polri. 

“Kami berencana mengundang lembaga sertifikasi profesi untuk hadir langsung. Namun ini masih menyesuaikan jadwal petugas lembaga sertifikasi serta ketersediaan anggaran,” katanya.

Karena belum semua petugas bersertifikasi, Polda Gorontalo menerapkan mekanisme pengawasan ketat. 

OPERASI PATUH OTANAHA -- Personel Polantas saat melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dalam Operasi Patuh Otanaha 2026, Senin (2/2/2026). Kebanyakan pengendara mati pajak.
OPERASI PATUH OTANAHA -- Personel Polantas saat melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dalam Operasi Patuh Otanaha 2026, Senin (2/2/2026). Kebanyakan pengendara mati pajak. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Setiap penindakan oleh petugas yang belum bersertifikat wajib didampingi perwira. 

Perwira tersebut bertugas mengawasi langsung proses penindakan guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan wewenang maupun praktik transaksional yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat.

“Perwira memastikan penindakan berjalan sesuai aturan. Jadi kalau petugas belum bersertifikasi, perwiranya yang menilai dan mengawasi langsung di lapangan,” tegas Lukman.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara petugas bersertifikasi dan yang belum. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Selasa, 03 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:32
Subuh 04:42
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:14
Maghrib 18:06
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved