Sabtu, 21 Maret 2026

Pasar Senggol Gorontalo

Jualan di Pasar Senggol Gorontalo Rugi? Rukia Laiya Justru Sewa Tiga Lapak, Ini Alasannya 

Pasar Senggol di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mulai ramai ditata untuk para pedagang. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Jualan di Pasar Senggol Gorontalo Rugi? Rukia Laiya Justru Sewa Tiga Lapak, Ini Alasannya 
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
PASAR SENGGOL -- Rukia Laiya (38) nampak menata dagangan di lapak pasar Senggol, Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (27/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pasar Senggol di Jalan Letjen Suprapto, Kota Gorontalo, mulai ditata dan kembali diramaikan pedagang, termasuk Rukia Laiya yang sudah 13 tahun berjualan di kawasan tersebut. 
  • Ia rutin menyewa hingga tiga lapak setiap Ramadan dan membantah anggapan bahwa Pasar Senggol merugikan pedagang karena pendapatannya dinilai tetap menguntungkan. 
  • Menurutnya, kunci sukses berjualan adalah strategi membuka beberapa titik lapak dan memanfaatkan momentum lonjakan pembeli menjelang Lebaran.

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pasar Senggol di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mulai ramai ditata untuk para pedagang. 

Di antara deretan lapak dan emperan, tampak Rukia Laiya (38) sibuk menyusun dagangannya.

Perempuan asal Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo itu bukan pemain baru. 

Bersama suami dan anak buahnya, ia sudah belasan tahun berjualan di kawasan pusat pertokoan Kota Gorontalo.

Sebelum kawasan tersebut dibongkar, ia mengaku sudah lama bertahan di sana.

Baca juga: BPOM Gorontalo Uji 12 Sampel Takjil di Menara Keagungan Limboto, Sekda: Alhamdulillah Semuanya Aman

“Dari sebelum dibongkar ini, kita sudah 13 tahun (di sini),” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Sejak awal, ia fokus menjual tombak dan aksesoris hordeng. 

Khusus Pasar Senggol yang digelar setiap bulan puasa, Rukia hampir tak pernah absen. Setiap tahun, ia rutin menyewa lapak.

Tak hanya satu, ia bahkan memanfaatkan ruang lebih untuk memperluas jualannya.

“Kita ambil lebih (lapak dan emperan) supaya barang bisa ambil banyak lagi,” katanya.

Tahun lalu, ia menyewa hingga tiga lapak di titik berbeda. Bahkan pada masa-masa sebelumnya, jumlah titik jualannya bisa jauh lebih banyak.

Untuk tahun ini, ia kembali berencana mengambil tiga lapak, meski harga sewanya belum diumumkan.

Berkaca pada tahun lalu, biaya sewa per lapak berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.

“Sewa lapak kemarin tidak lebih dari Rp 10 juta, tapi pendapatan lumayan,” ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved