Sabtu, 28 Maret 2026

Pemkab Gorontalo

BPOM Gorontalo Uji 12 Sampel Takjil di Menara Keagungan Limboto, Sekda: Alhamdulillah Semuanya Aman

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo melakukan uji laboratorium secara mendadak terhadap 12 sampel takjil

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto BPOM Gorontalo Uji 12 Sampel Takjil di Menara Keagungan Limboto, Sekda: Alhamdulillah Semuanya Aman
TribunGorontalo.com
UJI SAMPEL — Peninjauan BPOM dan Pemprov Gorontalo di kawasan Menara Keagungan Limboto, Kamis (26/2/2026). Semua hasil menunjukkan negatif, artinya sampe takjil aman dikonsumsi warga. (Sumber Foto: Putri Salsabilah/TribunGorontalo.com) 

 

Ringkasan Berita:
  • BPOM Provinsi Gorontalo melakukan uji laboratorium mendadak terhadap 12 sampel takjil secara acak, dan seluruhnya dinyatakan negatif dari zat berbahaya seperti formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow.
  • Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memastikan bahwa makanan yang dijajakan di ikon wisata Menara Limboto sangat aman dikonsumsi
  • Peninjauan ini melibatkan Wakil Gubernur Gorontalo dan jajaran Pemkab sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan publik

 

(Penulis: Putri Salsabilah, Mahasiswa Bahasa Indonesia UNG)

TRIBUNGORONTALO.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo melakukan uji laboratorium secara mendadak terhadap 12 sampel takjil yang dijajakan di kawasan Menara Keagungan Limboto pada Kamis (26/02/2026). 

Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memastikan bahwa seluruh panganan berbuka puasa tersebut dinyatakan negatif dari bahan kimia berbahaya dan sangat aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Menara Keagungan Limboto atau yang dikenal juga sebagai Menara Pakaya merupakan replika Menara Eiffel yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Kabupaten Gorontalo dengan ketinggian mencapai 65 meter. 

Dalam catatan Tribun Gorontalo, landmark ini bukan sekadar monumen, melainkan pusat gravitasi ekonomi dan wisata religi yang selalu dipadati ribuan warga, terutama saat momentum pasar takjil di bulan suci Ramadan.

Kegiatan pengawasan lapangan ini dimulai tepat pada pukul 15.30 WITA, saat aktivitas jual beli di pusat kuliner Ramadhan tersebut mulai mencapai puncaknya. 

Petugas dari BPOM Mobile bergerak menyisir lapak-lapak pedagang untuk mengambil sampel makanan secara acak namun representatif.

Hadir dalam peninjauan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah yang didampingi oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S Junus serta Sekretaris Daerah Sugondo Makmur. 

Kehadiran para pejabat daerah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi kesehatan publik.

Proses pengujian dilakukan langsung di lokasi menggunakan unit laboratorium berjalan (Mobile Lab) yang memiliki peralatan canggih untuk deteksi cepat. Tim ahli BPOM fokus memburu empat zat berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni formalin, boraks, Rhodamin B, dan Metanil Yellow

Sekretaris Daerah Sugondo Makmur memantau secara langsung setiap tahapan pengujian yang dilakukan oleh para teknisi laboratorium di dalam bus BPOM Mobile. 

Ia tampak berdialog dengan petugas mengenai parameter keamanan pangan yang diuji sore itu.

"Kami ingin memastikan bahwa warga yang membeli hidangan berbuka di kawasan ikonik ini pulang dengan rasa tenang tanpa khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang," ujar Sugondo di sela-sela peninjauan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved