Pemkab Gorontalo
BPOM Gorontalo Uji 12 Sampel Takjil di Menara Keagungan Limboto, Sekda: Alhamdulillah Semuanya Aman
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Gorontalo melakukan uji laboratorium secara mendadak terhadap 12 sampel takjil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Peninjauan-BPOM-dan-Pemprov-Gorontalo-di-kawasan-Menara-Keagungan.jpg)
Pemeriksaan ini krusial mengingat tingginya perputaran makanan olahan selama bulan puasa yang sering kali rentan terhadap penggunaan bahan tambahan pangan ilegal demi menekan biaya produksi. Namun, temuan di lapangan kali ini memberikan angin segar bagi sistem pengawasan pangan daerah.
"Alhamdulillah, dari 12 sampel yang diteliti secara mendalam dan diuji laboratorium di tempat, semuanya dinyatakan negatif. Hasil ini menunjukkan tren positif terhadap kesadaran pedagang kita," tegas Sugondo.
Baca juga: Nama-nama 23 Kepala Puskesmas Dilantik Bupati Gorontalo per 27 Februari 2026
Hasil uji laboratorium yang keluar secara cepat tersebut menunjukkan tidak adanya kandungan zat pengawet mayat atau formalin pada lauk pauk yang dijual.
Selain itu, tekstur kenyal yang ditemukan pada beberapa sampel dipastikan berasal dari teknik pengolahan yang benar, bukan karena campuran boraks.
Pewarna tekstil yang biasanya memberikan warna merah atau kuning mencolok juga tidak terdeteksi dalam sampel minuman dan kue tradisional yang diperiksa. Semua pewarna yang digunakan oleh pedagang di Menara Limboto terbukti merupakan pewarna khusus makanan yang diizinkan oleh regulasi kesehatan.
Jenis makanan yang diambil sampelnya meliputi berbagai varian favorit warga, mulai dari gorengan seperti tahu isi dan bakwan, hingga nasi kuning khas Gorontalo. Tak ketinggalan, minuman segar dan berbagai jenis kue basah juga masuk dalam radar pemeriksaan tim BPOM.
"Meskipun ada pedagang yang mengakui menggunakan pewarna untuk menarik minat pembeli, setelah dites, pewarna tersebut murni kategori food grade," tambah Sugondo menjelaskan detail hasil temuan tim lapangan.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo pun secara terbuka memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar Menara Keagungan. Kejujuran dalam berdagang dianggap sebagai bentuk ibadah yang nyata di bulan suci ini.
Sugondo berharap integritas para pedagang dalam menjaga kualitas bahan baku ini tetap konsisten hingga akhir Ramadhan nanti.
Ia menekankan bahwa keamanan pangan adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup generasi mendatang di Gorontalo.
Pihak BPOM juga mengedukasi para pedagang secara persuasif saat pengambilan sampel dilakukan.
Petugas memberikan penjelasan mengenai bahaya penggunaan zat kimia non-pangan yang dapat memicu risiko penyakit kanker dan gagal ginjal.
Kepala Balai Besar POM, Lintang Purba Jaya, menambahkan bahwa pengawasan ini tidak hanya menyasar produk jadi (takjil), tetapi juga mengawasi peredaran bahan baku di pasar guna memutus rantai distribusi bahan berbahaya.
"Hingga hari ketujuh Ramadan ini, kami telah melakukan pengawasan di Kota Gorontalo, Boalemo, dan Pohuwato. Hari ini kami berada di Kabupaten Gorontalo, dan selanjutnya akan menyisir kabupaten tersisa serta pasar-pasar tradisional lainnya secara rutin," jelas Lintang.
Ia memastikan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan takjil yang mengandung bahan berbahaya di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo yang telah dikunjungi.