Pasar Senggol Gorontalo
Jualan di Pasar Senggol Gorontalo Rugi? Rukia Laiya Justru Sewa Tiga Lapak, Ini Alasannya
Pasar Senggol di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Biawao, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, mulai ramai ditata untuk para pedagang.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PASAR-SENGGOL-Rukia-Laiya-38-nampak-menata-dagangan-di-lapak-pasar.jpg)
Pernyataan itu sekaligus menjawab anggapan di media sosial yang menyebut Pasar Senggol sepi dan merugikan pedagang. Dengan tegas, Rukia membantah persepsi tersebut.
“Kalau torang (kami) rasa rugi tidak mungkin kami ambil tenda,” jelasnya.
Menurutnya, kunci berjualan di Pasar Senggol adalah strategi. Salah satunya dengan membuka lapak di beberapa titik sekaligus agar jangkauan pembeli lebih luas.
Selain itu, ia juga menilai pengelolaan Pasar Senggol tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya.
Baca juga: SMK Tridharma Gorontalo Hadiahkan MBG Jadi Menu Buka Puasa Siswa
Jika dulu pasar baru dibuka saat Ramadan hampir usai, kini pedagang bisa mulai lebih awal.
“Biasa torang dari tahun-tahun kemarin, mau buka senggol tinggal sisa 10 hari puasa,” tuturnya.
Ia juga menyebut banyak pedagang dari luar daerah yang turut meramaikan Pasar Senggol, termasuk dari Manado dan Kotamobagu.
Soal waktu paling ramai, Rukia sudah hafal polanya. Menurutnya, lonjakan pembeli biasanya terjadi mendekati Lebaran.
“Biasanya nanti kurang satu minggu puasa, tinggil pembelinya,” katanya.
Bagi Rukia, Pasar Senggol bukan sekadar pasar musiman. Selama strategi tepat dan momentum dimanfaatkan, ia membuktikan sendiri bahwa berjualan di sana bukan kerugian, melainkan peluang yang selalu ia ambil setiap tahun. (*)