Selasa, 10 Maret 2026

Kabar Pohuwato

Menikmati Indahnya Toleransi dan Buah Naga Desa Banuroja Pohuwato

Memasuki Desa Banuroja, pengunjung akan disuguhkan pemandangan indah Pura, rumah ibadah umat Hindu.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Menikmati Indahnya Toleransi dan Buah Naga Desa Banuroja Pohuwato
TribunGorontalo.com
Rumah ibadah umat Hindu di Desa Banuroja, Pohuwato, Sabtu (17/2/2024). 

Kelebihan yang dimiliki Desa Banuroja kata Mendes PDTT, akan ia bawa dan disampaikan ke Desa lain di Indonesia untuk dapat ditiru, sebagai upaya untuk mencapai target pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara itu Rektor UNG Eduart Wolok, menuturkan, Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (FORPEACE), dilakukan untuk menjadikan para pemuka masyarakat cinta terhadap Desa.

"Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk bisa memperkuat rasa kepedulian dan cinta tentang perkembangan Desa. Dengan besarnya cinta dan kepedulian tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan Desa," pungkasnya

Silsilah Nama dan Asal Usul Banuroja

Nama Desa Banuroja merupakan akronim dari 5 daerah yang ada di Indonesia.

Di antaranya ada Bali, Nusa Tenggara Barat, Toraja, Gorontalo dan Jawa kelima.

Untuk saat ini desa ini dihuni oleh 12 suku di Indonesia.

Di antaranya ada suku Bali, Jawa, Lombok, Gorontalo, Minahasa, Sunda, Bugis, Flores dan Toraja, Batak, Ambon dan Sangihe,

Rony Handri Koyansow, Kepala Desa Banuroja menjelaskan, kebergaman agama dan suku yang ada di Desa Banuroja karna arus transmigrasi warga.

Perjalanan itu pada 1980-an di mana masyarakat dari pulau Jawa harus berpindah tempat ke Sulawesi.

"Di Jaman Orde baru diterapkan mode arus transmigrasi warga, akhirnya banyak yang berdatangan dan bermukim di desa ini," jelasnya.

Lanjut Rony, total keseluruhan warga di Desa Banuroja mencapai 1.117 jiwa, yang terbagi dengan beberapa etnis suku dan agama

"Ada Bali 459 jiwa, Lombok 300 jiwa, Jawa 293 jiwa, Minahasa 28 jiwa, Flores 3 jiwa, Toraja 2 jiwa, Batak 11 jiwa), Bugis 8 jiwa, Ambon 10 jiwa, dan Sangihe 3 jiwa," pungkasnya.

Dari jumlah itu, paling banyak berprofesi sebagai petani dan memiliki kebun masing-masing.

"Banuroja juga terkenal dengan buahnya, ada buah Naga, Lemon dan Alpukat. Sehingga banyak warga di desa ini yang menggeluti profesi sebagai petani buah," tutupnya (*) 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved