Berita Lingkungan
Pengangkut Sampah di Kota Gorontalo Kesal, Sampah Makin Banyak, Padahal Piala Adipura 4 Kali
Namun, selama itu pula ia mengaku kesal dengan masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah-di-got-Dulomo-Selatan-Gorontalo-Rabu-312023.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sudah sepuluh tahun lebih, Hasan Madjowa menggeluti pekerjaan sebagai tim pengangkut sampah di Kota Gorontalo.
Namun, selama itu pula ia mengaku kesal dengan masyarakat yang masih sering membuang sampah sembarangan.
"Saya ini dengan tim saya setiap hari selalu mengangkut sampah, tapi bukannya sampahnya berkurang malah bertambah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (29/1/2024).
Baca juga: Update Harga Pangan di Gorontalo Hari Ini Senin 29 Januari 2024: Rica Turun Drastis
Baca juga: Hamim Pou Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi PDAM Tirta Bolango Gorontalo
Hasan mengatakan dirinya bersama teman-temannya sudah mulai menyusuri jalanan di Kota Gorontalo sejak Subuh hari hingga pada pukul 12.00 WITA.
Namun, ketika di Jl Madura sudah dibersihkan, kata Hasan sejam hingga dua jam kemudian pasti kotor lagi.
"Sudah jadi kebiasaan begitu, saat kita sudah angkat (sampah) eh sebentar kotor lagi," lanjut pria Asal Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Hasan mengaku, dirinya sudah menjadi tim pengangkut sampah sejak tahun 2014 namun dia sudah memulai pekerjaan ini dari 1992 silam.
"Saya lebih tertarik di DLH Kota," ujarnya.
Baca juga: BPN Kota Gorontalo akan Kebut Sertifikasi 900-an Bidang Tanah di Kota Gorontalo
Hasan mengatakan, dirinya hanyalah lulusan Sekolah Dasar (SD) sama seperti teman-teman pengangkut sampah lainnya.
Namun bukan berarti Hasan tak bisa berpikir kritis. Pengalamannya selama 10 tahun menjadi tim pengangkut sampah menjadikan dirinya sebagai pribadi yang kritis terhadap sesuatu apalagi permasalahan sampah di Kota Gorontalo.
Apalagi Kota Gorontalo telah berhasil menyabet piala adipura sebanyak empat kali, yakni di tahun 2015, 2016, 2017, 2023.
Dan pada tahun 2024 ini Kota Gorontalo kembali menargetkan piala adipura lagi untuk kota yang berhasil menangani lingkungan bersih di perkotaan.
"Piala adipura terus tapi kesadaran masyarakat soal buang sampah saja tidak terselesaikan. Buktinya masih banyak masyarakat yang buang sampah di sembarangan waktu," kesalnya.
Baca juga: Nama-nama Pengurus Korpri Provinsi Gorontalo periode 2024-2029
Kata Hasan, pihak DLH Kota Gorontalo juga sudah ratusan kali sosialisasi kepada masyarakat soal jam-jam pembuangan sampah agar bisa diakomodir oleh tim pengangkut sampah tapi hasilnya nihil.
"Padahal kalau truk itu muatannya empat ton, tapi masih saja sampah belum bisa tertangani," imbuhnya.
| Banjir Pohuwato Tak Bisa Disalahkan ke PETI Saja, Ini Kata WALHI Gorontalo |
|
|---|
| Gercep! Tim Kebersihan Pastikan Sampah Sisa Tahun Baru di Kota Gorontalo Tak Kesiangan |
|
|---|
| TPA Talumelito Gorontalo Masih Andalkan Cara 'Kuno' Kelola Sampah, Anggaran Tak Sampai Rp 1 Miliar |
|
|---|
| Tumpukan Sampah di Danau Limboto Kian Mengkhawatirkan, Warga dan Nelayan Mengeluh Bau Busuk |
|
|---|
| Jadi Rest Area Burung Migran dari Berbagai Negara, Kondisi Danau Limboto Gorontalo Disorot Aktivis |
|
|---|