Berita Pohuwato
600 Kasus Malaria di Pohuwato Gorontalo Sepanjang 2023, Ini Penyebabnya
Dinas Kesehatan Pohuwato membangun pos-post screaning fisik di pembatas tambang di Desa Makarti dan Tunas jaya.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dinas-Kesehatan-Pohuwato-uuufff.jpg)
"Screaning sebaga pencegahan, tujuannya agar malaria ini tidak meningkat di Kabupaten Pohuwato," tandasnya.
Posko screaning deteksi penyakit malaria akan berlangsung 1 bulan sampai dengan akhir tahun 2023.
"Akan kami buat satu bulan lamanya, tapi jika kasus semakin bertambah akan kami buat sampai kasus malaria menurun," ujarnya.
Sementara itu lanjut Lia, kegiatan screaning yang dilakukan Dinas Kesehatan dibantu oleh Babinsa dan Kepolisian.
"Memang 1x24 jam posko screaning itu dibuka, kitapun dibantu oleh Aparat Penegak Hukum (APH)," ucapnya.
Ke depan Posko Screaning akan dibuka di beberapa titik yang terdampak malaria Dengilo, Buntulia, Duhiadaa dan Taluditi.
"Untuk awal kita buka dulu di Taluditi, setelahnya jika kasusnya bertambah di 4 titik itu, akan kita buka juga posko Screaning," tuturnya.
Harapannya, agar penyakit malaria ini tidak menular di masyarakat bukan penambang dan akan menurun di Kabupaten Pohuwato, semua harus bekerja sama.
"Kami harus bekerja sama baik itu Pihak Desa dan unsur-unsur terkiat lainnya, jika angka kasus malaria ini tidak meningkat dan menyebar di Kabupaten Pohuwato," tutupnya