Berita Pohuwato
600 Kasus Malaria di Pohuwato Gorontalo Sepanjang 2023, Ini Penyebabnya
Dinas Kesehatan Pohuwato membangun pos-post screaning fisik di pembatas tambang di Desa Makarti dan Tunas jaya.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dinas-Kesehatan-Pohuwato-uuufff.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO - Sebanyak 600 kasus malaria terjadi di Kabupaten Pohuwato Gorontalo sepanjang 2023
Kasus malaria di Paguat, Buntulia, Duhiadaa, Taluditi dan Popayato Timur terus bertambah setiap bulannya sekitar 50 penderita
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato Fidi Mustafa mengakui kasus malaria selalu bertambah di Kabupaten Pohuwato.
Menurut dia, bertambahnya kasus malaria karena banyak kubangan hasil pertambangan yang ada Dengilo, Popayato Timur, Buntulia, Duhiadaa, Taluditi yang dibiarkan begitu
"Setelah ditinjau kubangan itu telah berbau busuk dan telah mambuat jentik nyamuk hidup dan beranak pinak sekian waktu," katanya pada Kamis (7/12/2023)
Katanya, ada belasan kubangan yang sudah tidak bisa disterilkan lagi. "Bukan hanya satu, tapi ada sampai 15 kubangan dan itu telah berlumut dan sudah tidak bisa disterilkan lagi dengan semprot," ujarnya.
Saat ini Dinas Kesehatan Pohuwato, telah melakukan beberapa pencegahan untuk melakukan itu.
"Untuk bisa tidak bertambah lagi kasusnya, kami melakukan banyak pencegahan selain pencegahan fisik dan non fisik," tandasnya.
Pencegahan yang dimaksudkannya yakni pencegahan dan pengendalian, skrining dan penyemprotan kubangan dan rumah warga terdampak.
"Kami lakukan penyemprotan rutin dan screaning serta penyemprotan kubangan untuk lakukan pengendalian," pungkasnya.
Dinas Kesehatan Pohuwato membangun pos-post screaning fisik di pembatas tambang di Desa Makarti dan Tunas jaya.
"Kami telah buat Post screaning dan itu telah berjalan 4 jari lamanya," ucapnya.
Tetapi walaupun dilakukan pencegahan, dirinya heran selalu saja pasien malaria selalu bertambah.
"Rutin kami lakukan pengendalian, tetapi selalu saja bertambah. Tetapi kami tidak putus asa akan selalu berupaya untuk lakukan pencegahan secara masif di tiap titik yang paling terdampak malaria," tutupnya.
Staf Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato, Lia Saud (36) mengatakan, posko screaning dilakukan untuk melakukan pencegahan fisik yang berkala bagi para penambang.
"Screaning sebaga pencegahan, tujuannya agar malaria ini tidak meningkat di Kabupaten Pohuwato," tandasnya.
Posko screaning deteksi penyakit malaria akan berlangsung 1 bulan sampai dengan akhir tahun 2023.
"Akan kami buat satu bulan lamanya, tapi jika kasus semakin bertambah akan kami buat sampai kasus malaria menurun," ujarnya.
Sementara itu lanjut Lia, kegiatan screaning yang dilakukan Dinas Kesehatan dibantu oleh Babinsa dan Kepolisian.
"Memang 1x24 jam posko screaning itu dibuka, kitapun dibantu oleh Aparat Penegak Hukum (APH)," ucapnya.
Ke depan Posko Screaning akan dibuka di beberapa titik yang terdampak malaria Dengilo, Buntulia, Duhiadaa dan Taluditi.
"Untuk awal kita buka dulu di Taluditi, setelahnya jika kasusnya bertambah di 4 titik itu, akan kita buka juga posko Screaning," tuturnya.
Harapannya, agar penyakit malaria ini tidak menular di masyarakat bukan penambang dan akan menurun di Kabupaten Pohuwato, semua harus bekerja sama.
"Kami harus bekerja sama baik itu Pihak Desa dan unsur-unsur terkiat lainnya, jika angka kasus malaria ini tidak meningkat dan menyebar di Kabupaten Pohuwato," tutupnya