Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-552: Kembali Serang Wilayah Rusia, Drone Ukraina Dihancurkan

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-552, Selasa (29/8/2023): nekat melintas, sejumlah drone Ukraina dihancurkan pasukan pertahanan udara Rusia.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
via military-today.com
Ilustrasi drone MQ-9 Reaper. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-552 pada Selasa, 29 Agustus 2023: Pertahanan udara Rusia menghancurkan drone Ukraina yang melintasi wilayah Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Rusia kembali melumpuhkan sejumlah drone Ukraina yang lagi-lagi memasuki wilayah Rusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Selasa (29/8/2023) atau hari ke-552 perang, pertahanan udara Rusia menembak jatuh 3 drone Ukraina yang terbang di atas wilayah Tula dan Belgorod.

Melalui Telegram, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada Selasa pagi, bahwa 2 drone “dihancurkan” oleh pertahanan udara di wilayah Tula di selatan Moskow.

Drone lainnya “dihancurkan oleh pasukan pertahanan udara” di wilayah Belgorod, yang berbatasan dengan Ukraina, sekitar pukul 23.00 waktu Moskow (20.00 GMT) pada Senin (28/8/2023), menurut Kemenhan Rusia dalam pernyataan terpisah.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-551: Rusia Dakwa Mantan Staf Konsulat AS atas Kasus Mata-mata

Kemenhan Rusia tidak mengatakan apakah ada kerusakan atau korban jiwa akibat serangan pesawat tak berawak itu.

Sebagaimana diketahui, Ibu Kota Moskow dan wilayah Rusia lainnya telah dilanda rentetan serangan pesawat tak berawak Ukraina dalam beberapa pekan terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada akhir bulan lalu bahwa perang akan kembali terjadi di Rusia.

“Secara bertahap, perang kembali terjadi di wilayah Rusia, ke pusat simbolis dan pangkalan militernya, dan ini adalah proses yang tidak dapat dihindari, alami, dan benar-benar adil,” kata Zelensky saat itu.

Drone Ukraina berulang kali menyerbu wilayah Rusia pekan lalu, yang menyebabkan beberapa kali penangguhan sementara penerbangan di tiga bandara utama Moskow, Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-549: Kremlin Bantah Jadi Dalang Kecelakaan Jet Bos Wagner

Kementerian Pertahanan juga melaporkan pada hari Senin bahwa dua jet tempur Rusia dikerahkan untuk mencegat dua drone pengintai Amerika Serikat yang berada di jalur penerbangan di atas Laut Hitam.

Menurut kementerian tersebut, dua drone AS, Reaper dan Global Hawk, “melakukan pengintaian udara di wilayah semenanjung Krimea”, dekat Laut Hitam.

Setelah kedatangan pesawat-pesawat tempur Rusia, drone tersebut “mengubah arah penerbangannya dan meninggalkan daerah di mana pengintaian udara sedang dilakukan”, ungkap Kemenhan Rusia.

Sebelumnya pada Minggu (27/8/2023), Rusia menyatakan pihaknya telah mengerahkan sebuah pesawat tempur untuk menghalangi pesawat pengintai Angkatan Udara AS melintasi perbatasannya di Laut Hitam.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-548: Serangan Rudal Hantam Kota Dnipro, 7 Orang Luka

Ukraina Rebut Pemukiman di Zaporizhzhia

Di sisi lain, Ukraina mengonfirmasi perebutan desa utama di front Zaporizhzhia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, Ukraina membuat kemajuan yang stabil di sektor Orikhiv karena berhasil membersihkan ladang ranjau dan parit yang padat.

Ini merupakan sebuah langkah terbaru dalam kemajuan bertahap yang bertujuan untuk memecah garis pertahanan Rusia yang mempertahankan jalur darat ke Krimea.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-547: Kemenhan Rusia Dituding Jadi Dalang Tewasnya Bos Wagner

Wakil Menteri Pertahanan Hanna Maliar mengatakan pada Senin pagi bahwa Desa Robotyne, di selatan Orikhiv, telah dibebaskan, membuat Ukraina berhubungan dengan garis pertahanan utama Rusia di selatan yang mencakup rute ke Laut Azov.

Meskipun wilayah yang diperoleh di sektor Orikhiv relatif kecil, sekitar 4 mil sejak dimulainya serangan balasan pada bulan Juni – kemajuan Ukraina stabil karena telah membersihkan ladang ranjau dan parit yang padat di garis depan.

Sebuah unggahan di media sosial pada hari Sabtu oleh Oleksandr Solonko, seorang prajurit Ukraina, menguraikan kesulitan yang dihadapi pasukan Ukraina ketika mereka berusaha untuk maju melintasi medan datar dan terbuka yang diselingi oleh garis pepohonan, di mana ia mengatakan “gerakan Anda terlihat dari jauh”, apakah dengan drone atau dari posisi bertahan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-546: Drone Targetkan Moskow, Penerbangan 3 Bandara Terganggu

“Ada banyak pembicaraan tentang benteng dan ladang ranjau. Setiap barisan pohon telah digali." ungkapnya.

“Di salah satu ruas jalan raya Mariupol telah dipasang benteng anti-tank. Kami tidak hanya berbicara tentang parit. Ada sistem parit, galian, dan bahkan terowongan bawah tanah di beberapa tempat,” tulisnya.

Pasukan Ukraina dengan cepat merevisi strategi mereka dari tahap awal serangan balasan menjadi fokus pada pembersihan area ranjau, sering kali merupakan campuran ranjau anti-tank dan anti-personil, dengan pasukan infanteri spesialis pencari ranjau.

Namun para prajurit rentan terhadap serangan artileri, sehingga tugas tersebut menjadi berbahaya dalam perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022 ini.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved