Marten Taha
FULL Wawancara Eksklusif Marten Taha : Perjalanan Politik hingga Pencalonan Gubernur Gorontalo
awancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-DPD-II-Golkar-Gorontalo-Dr-H-Marten-A-Taha-gggg.jpg)
Keluarga saya, alhamdulillah tidak tapi dari berbagai pihak misalnya, paling banyak tim sukses itu dan di mana-mana begitu khan. Kalau setelah kita dudukan biasanya tim sukses itu yang tagih jatah khan.
Saya selalu memberikan pencerahan kepada mereka bahwa kalau terjadi sesuatu kepada saya. Kalau kita jalani sistem seperti ini nanti bukan hanya saya yang terjerumus. Kalian-kalian juga akan terkait, banyak contoh saya bilang dengan cara-cara seperti itu. Saya bilang kalau ada sesuatu jalani sesuai dengan prosedur mekanisme. Nanti kalau jika ada yang sama, tentu kita prioritaskan Anda lah.
Jadi anaknya mau jadi pegawai negeri, silahkan ikuti prosedur mekanisme ketika dia sudah di dalam, sudah masuk, sudah ada kesempatan yang sama bagi orang yang berbeda. Maka tentunya yang kedekatan dengan saya akan ini itu.
DA : Pak wali, ini dua periode, tahun ke sembilan. Apakah ada program prioritas Pak wali yang suda terlaksana sukses dan mendapat pujian siapapun lembaga survei atau pemerintah memberi award misalnya dan apa yang belum?
MT : Baik dalam menjalankan program dan membuat kebijakan, saya itu dipandu suatu sistem yang namanya RPJMD, rencana pembangunan jangka menengah daerah yang saya susun, saya buat ketika saya awal pemerintahan. Misalnya pada tahun 2014 sampai 2019, ada yang namanya RPJMD 2014 - 2019 yang harus saya sukseskan berdasarkan janji saya kepada rakyat. Ketika saya melaksanakan kampanye karena sistem pemerintahan sekarang dijalankan atas dasar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang jadi dia presiden, yang jadi gubernur, yang jadi kepala daerah.
Kita dulu namanya ada namanya GBHN, siapapun jadi bupati siapa jadi wali kota siapa jadi gubernur, jalankan taat pada itu. Presiden dari atas sampai ke bawah sama semua seluruh Indonesia. Tapi sekarang dalam sistem repormasi dengan kebebasan yang ada sekarang bahwa setiap daerah itu menjalankan fungsinya sesuai dengan kebijakan dan program yang disusun oleh kepala daerah yang terpilih, karena yang tidak terpilih. dia janji kepada rakyat, program apa yang kau laksanakan.
Apakah prioritas pengembangan sumber daya manusiakah, prioritas di dalam pertumbuhan ekonomikah, prioritas di bidang peningkatan insfastrukturkah. Nah saya pada periode pertama alhamdulillah mencanangkan sebuah kebijakan, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah kemudian, menciptakan manusia-manusia produktif aktif kemudian masyarakatnya yang religius dan terdidik. Makanya saya sebut dengan Kota SMART, sejahtera maju aktif religius dan terdidik.
Jadi dalam hal untuk menjalankan program itu tentunya kita ada prioritas-prioritas. Maka lima tahun saya membuat satu peta untuk menjalankan program sesuai dengan kebijakan yang saya laksanakan.
Pertama, saya memprioritaskan pada tahun pertama diperiode pertama itu peningkatan pada sektor pendidikan. Jadi tujuan saya bagaimana supaya meningkat kualitas sumber daya manusia Gorontalo. Ada lahir manusia-manusia unggul Gorontalo 10,15, 20 tahun akan datang akan muncul setelah saya jalankan program ini. Karena meningkatkan sumber daya manusia itu hkan melalui sektor pendidikan.
Melalui sektor pendidikan ini, saya membuka akses seluas luasnya kepada pendidikan. Jadi biaya pendidikan itu khan mahal, tidak semua orang bisa menjangkau. Sehingga kalau tidak bisa dijangkau oleh semua orang, maka tidak semua orang bisa mengakses dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi maka harus diberi akses. Jadi pendidikan bukan hanya milik orang kaya, orang yang tidak mampu pun harus dia mengenyam pendidikan. Namanya DOS, dana oprasional sekolah, beasiswa kepada anak-anak yang punya kemampuan dan pendidikan gratis mulai dari TK, SD ,SMP, sampai SMA.
Alhamdulillah bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia Gorontalo yang saat ini sudah mencapai 78,44, tertinggi di Provinsi Gorontalo bahkan melampaui indeks rata-rata IPM nasional
DA : Pak Wali, sesuai tema kita soal tranformasi digital, kita tahu bahwa dengan manual, kita bertemu fisik, itu rentan pungli, bagaimana menurut Pak wali?
MT : Transformasi digital itu sangat penting, pelayanan jadi mudah, jadi lebih murah, jadi efisien, efektif, cepat, tepat, akurat dan transparan. Jadikita mengurangi pertemuan-pertemuan secara fisik dengan masyarakat dan pemerintah karena di situ rentan terjadinya transaksi. Ini akan menimbulkan godaan kepada mereka yang melayani. Mulai front office, naik kepala bidang sampai kepala dinas. Dulu itu sudah menjadi suatu yang lumrah di Indonesia. Hal seperti itu harus kita eliminir, harus kita hindari.
Sistem digitalisasi itu, adalah salah cara mengurangi itu karena dalam pelayanan tidak perlu ada tatap muka antara satu sama lain. Sehingga menghilangkan transaksi-transaksi yang sifatnya merugikan masyarakat yang dilayani maupun merusak tatanan birokrasi kita.
DA : Saat ini yang dilakukan pemkot Gorontalo, di bidang apa yang mulai digalakan digitalisasi? Apakah sudah semua atau yang tertentu?
MT : Kita mulai dari layanan - layanan perizinan, pelayanan di DPMPTSP itu, seluruh layanan perizinan itu sudah dilakukan secara online. Tak ada lagi pelayanan secara tatap muka. Orang datang di DPMPTSP, tinggal mengambil surat atai izin yang dikeluarkan DPMPTSP , fisik itu yang diambil.
Mulai dari melakukan permohonan itu secara online, pemenuhan persyaratan dilakukan secara online. Kalau sudah selesai, dia ketahui secara online. Ketika kita memberikat surat, izin atau sertifikat secara fisik baru datang ke sana (DPMPTSP).
Pelayanan itu saya mulai dari kantor kelurahan juga. Semua layanan kelurahan, tidak ada lagi orang yang datang (kantor) minta surat keterangan, dari rumah saja online. Begitu keluar di laptop atau hapenya, dia langsung print. Tidak perlu datang ke kantor lurah secara fisik untuk minta surat tapi secara online.
Pengurusan KTP, dia datang tinggal perekaman dan potret saja. Dalam sistem pembayaran, sudah digital semua, memakai Qris, e-banking, SMS Banking dan sudah tidak lagi pembayaran melalui kantor-kantor kas. Sistem ini pada 2020-2021 dipercepat oleh situasi dan kondisi kita, pandemi covid.
DA : Pak wali, kita ke politik lagi, pak wali sudah 9 tahun wali kota tidak mungkin 15 tahun kecuali amandemen, ke mana selanjutnya?
MT : Wali Kota atau Bupati gak mungkin tapi kalau ke jenjang lebih di atas boleh, atau ke jenjang ke bawah boleh, misalnya jadi wakil wali kota. Tapi menjadi gubernur boleh karena setingkat di atas.
Tentunya, jalan-jalan poltik harus ke sana. Kalau bukan ke DPR RI, ke Gubernur atau jabatan apa yang dipercayakan yang nanti mengelola negara.
DT : Rasanya politikus gaek, gak mungkin jadi wakil (wali Kota) khan? kelihatannya ke pilgub to? sudah mulai persiapan kah?
MT : Untuk gubernur karena persaingan ketat, tidak mungkin saya melenggang sendiri, tapi menguntungkan periode ini sudah tidak ada lagi incumbent jadi persaingan bebas, semua mulai dari nol.
Alhamdulillah saya dari internal partai termasuk salah satu yang dicalonkan, resmi dicalonkan. Kami diminta untuk melaksanakan berbagai aktivitas, istilahnya silahkan jual diri, silahkan promosikan dirimu, silahkan kau sosialisasi dirimu, silahkan kau kunjungi masyarakat, silahkan mau ke mana-mana. Itu diberikan kesempatan oleh partai.
Alhamdulillah kami berempat itu diberikan kesempatan dan nanti suatu saat partai akan menentukan siapa dari 4 orang ini yang akan dipertandingkan dengan calon-calon dari partai lain.
Arah ke sana, alhamdulillah saya sudah mulai rintis, persiapa-persiapan sudah dilaksanakan sejak tahun kemarin dan sekarang sudah mulai lebih intensif karena sudah mau mendekati khan. Tapi karena tugas partai bahwa kita diinstruksikan untuk mensukseskan dulu agenda yang ada di depan mata ini yaitu pilpres dan pilek.
Saya ngga ikut caleg. Kenapa kita harus sukseskan caleg karena pileg kali ini 2024 menentukan nasib partai-partai untuk mengusungkan calonnya pada pilkada. Apakah dia bisa mengusung sendiri atau dia harus berkoalisi ataupun kalau berkoalisi dia harus punya suara yang siginifikan di parlemen supaya dia mudah untuk bisa menarik koalisi dari partai lain.
Jangan sampai kita akan dipermainkan oleh partai lain dan susah kita untuk menawarkan kader kita nanti akan dijadikan kader sebagai pendamping atau wakil tapi kalau kita punya kursi yang cukup signifikan di parlemen maka kita menentukan. Kita bisa mencalonkan kader kita di pilgub, pilbup maupun pilwako.
DA : Pak wali kita tiba diujung, baik kegiatan Apeksi maupun terkait rencana bapak ke depan juga di masyarakat Gorontalo. Silakan sebagai closing statemen.
TM : Baik terima kasih, Alhamdulillah di masa penghujung kepemimpinan saya sebagai wali kota. Saya mendapat apresiasi dari berbagai pihak baik itu dari masyarakat, lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah.
Saya diberikan berbagai penghargaan, dan penghargaan tertinggi pernah dapatkan namanya, penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha dari Presiden yang diterima hanya 5 tahun sekali oleh satu daerah yang tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan di dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Itu saya terima pada 2019. Provinsi Gorontalo baru saya yang terima.
Kedua, dalam menjalankan tugas ini tidak mungkin saya bekerja sendiri, kita butuh kolaborasi, kita butuh sinerji dan kerjamasa dari semua pihak. Apapun kita kerjakan pasti terkait denga stakeholder. Maka dengan kolaborasi dan inovasi yang saya lakukan selama ini memberikan dampak terhadap dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo yang diukur dari parameter indikator makro ekonomi.
Ekonominya meningkat,Indeks pembangunan juga meningkat, angka kemiskinan menurun, angka pengangguran menurun, dan gini ratio juga mengalami penurunan dari 0,40 turun 0,38.
Pembangunan sumber daya manusia, pendidikan makin membaik dengan meningkatnya wajib sekolah 12 tahun. Kemudian usia harapan hidup makin meningkat yakni 72 tahun dan indeks pembangunan manusia 78,44. Ini indikator makro yang menggambarkan kemajuan suatu daerah.
Ini saya bisa laksanakan tentunya bukan hanya saya sendiri, ada wakil, ada sekda, seluruh jajaran dan masyarakat yang mendukung saya. Itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya bahwa apa yang saya kerjakan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan kemaslahatan bagi semua orang.
Berikutnya, rencana politik ke depan, walaupun masih belum jelas karena persaingan baik internal partai maupun eksternal tetapi bagi saya. Itu adalah suatu seni dalam mengelola tata kehidupan. Saya sudah memilih jalan hidup saya sebagai politisi, saya belajar dalam kehidupan puluhan tahun jadi DPR dan 2 periode jadi wali kota. Alhamdulillah saya sudah belajar banyak, itu menjadi modal sosial bagi saya untuk menapaki ke jenjang yang lebih tinggi lagi. (aldi Ponge)
Tonton live Facebook di Youtube Tribun Gorontalo :