Senin, 9 Maret 2026

Marten Taha

FULL Wawancara Eksklusif Marten Taha : Perjalanan Politik hingga Pencalonan Gubernur Gorontalo

awancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto FULL Wawancara Eksklusif Marten Taha : Perjalanan Politik hingga Pencalonan Gubernur Gorontalo
TRIBUNGORONTALO
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha 

Kalau itu tercipta, terlaksana, tercapai maka tentunya kita akan merasa senang, rakyat senang, kita juga senang karena kita bekerja untuk rakyat bukan hanya kepentingan kita.

Saya terus terang jadi pejabat baik di eksekutif maupun legislatif itu, ya alhamdulillah hidup saya memang, saya wakafkan untuk rakyat. Saya tidak mau cari kepentingan saya maupun keluarga tetapi untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Sehingga saya berharap ketika saya sudah tidak ada, ada yang dikenang oleh masyarakat terhadap saya.

DA : Saya mau masuk di situ, banyak politisi yang tergiur ke poltik, baru setahun dua tahun berurusan dengan penegak hukum, baru setahun dapat eksekutif berurusan dengan penegak hukum karena berbagai alasan.

Bapak lima tambah dua, tujuh periode termasuk di wali kota. Apa rahasianya, membentengi hati, membentengi diri?

MT : Memang orang bilang, ketika sudah berada di suatu jabatan tertentu, godaan itu sangat tinggi, pasti dan siapapun dan manusia normal pasti ada yang tergoda. Nah bagaimana kita membentengi diri kita agar tidak tergoda hal-hal yang justru akan menyengsarahkan kita.

Bukan hanya kita, keluarga kita, sahabat kita, kerabat kita dan pasti kita akan jadi sampah masyarakat. Ketika kita sudah tidak dihargai ketika kita menjabat duduk disanjung-sanjung, dihormati, diangkat-angkat. Suatu ketika kita diremehkan, dicemooh,  dibully. Bagaimana keluarga kita, bagaimana anak-anak kita, bagaimana istri kita, bagaimana cucu dan lain sebagainya. Itu kalo hanya berpikir diri sendiri, tapi bagaimana anak cucu kita dari sana?

Oleh karena itu apapun godaannya, alhamdullilah dengan kuasa Allah, saya dijauhkan dari berbagai godaan dan rongrongan bukan hanya godaan tapi rongrongan sangat dahsyat dari berbagai pihak. Insya Allah saya jalani

DA : Godaan itu, rayuan itu pernah ada ya?

MT : Itu (godaan) banyak apalagi di bidang pembagian proyek, bagaimana dalam pengangkatan birokrasi, dalam investasi. Semua itu banyak sekali itu tapi saya pikir apa yang saya cari menjadi pejabat.

Terus terang pak Domu, saya ini sebagai wali kota kecuali mungkin tinggal mau pergi di tilet, tinggal itu yang saya bayar. Semua dibayar oleh negara apalagi yang kita cari?, makan kita dibiayain negara, pakaian kita dibayain negara, kendaraan kita biayain negara, tempat tinggal rumah kita dibiayain negara ke mana-mana kita dibiayain oleh negara.

Lalu kita mau jarah lagi kekayaan negara, sudah terlalu itu, sudah tidak ada rasa empati kalau orang bilang itu. Semua sudah ditanggung negara kehidupan kita. Kemudian kita juga d isisi lain membebani bahkan menjarah kekayaan negara. Maka suatu saat kita akan dilaknat oleh Yang Maha Kuasa

DA : Pernah ngak? saudara, orang lain, keluarga istri, anak, menantu. Pak beri ini dong, gimana cara menangkis?

MT ; Banyak itu tapi alhamdulillah dari sisi keluarga, anak-anak saya bahkan mereka itu selalu menyembunyikan diri jangan ditahu orang bahwa mereka ini anak wali kota. Mereka ini kalau menjadi misalnya menjadi PNS jangan karena fasilitas karena anak wali kota. 

Anak saya 1 PNS, 1 pegawai bank, 1 pegawai BNN, mereka menjadi karena usaha sendiri dan karena pendidikan mereka bukan kerena bapaknya ketua DPRD, bukan karena bapaknya ketua wali kota

Ketika mereka itu menjabat menduduki jabatan menentukan juga, bukan karena saya. Apalagi dijaman sekarang dengan tingkat seleksi yang begitu ketat melalui CAT, gak mungkin orang bisa lulus begitu saja tanpa kemampuan sendiri walaupun dia dapat back-ingan dari mana-mana.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved