Rabu, 11 Maret 2026

Marten Taha

FULL Wawancara Eksklusif Marten Taha : Perjalanan Politik hingga Pencalonan Gubernur Gorontalo

awancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto FULL Wawancara Eksklusif Marten Taha : Perjalanan Politik hingga Pencalonan Gubernur Gorontalo
TRIBUNGORONTALO
Ketua DPD II Golkar Gorontalo Dr H Marten A Taha 

TRIBUNGORONTALO.COM - Wawancara eksklusif dengan Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha (MT) dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia ( Apeksi), Selasa (11/7/23).

Wawancara Tribun Podcast ini dipandu oleh Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita (DA). Keduanya membahas terkait kegiatan Apeksi, perjalanan karier politik, godaan korupsi, hingga pencalonan gubernur.

Berikut wawancara lengkap dengan Marten Taha

DA :  Selamat sore TribunNews, saya Domu Ambarita, Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network juga pemimpin redaksi Warta Kota di Jakarta. Sore ini, kita akan bincang-bincang dengan seorang politisi gaek. Semoga menginspirasi Anda sekalian tribuners. Langsung saya bahas saja wali kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Doktor Marten Agus Taha, Sarjana Ekonomi, Magister of Ekonomi. Taukah saudara, bahwa 2/3 usia beliau lebih terdiri di politik. Anggota DPRD sudah 5 periode sejak 87. Sekarang wali kota Gorontalo. Mari kita bahas saja.

Pak Marten, apa saja yang nanti dibawa dari aspirasi Gorontalo ke arena (Apeksi) ini? 

MT : Apeksi ini adalah agenda rutin daripada asoisiasi pemerintah kota seluruh Indonesia dan kebutulan saya dipertekan sebagai wakil ketua 1.

Apeksi seluruh Indonesia ketua saya yaitu Wali Kota Bogor Kang Bima (Bima Arya Sugiarto), Saya wakil ketua bidang ekonomi daerah, wakil ketua 1. Kami terpilih waktu itu 2001 di Jakarta. Setiap tahun, kami itu melaksanakan Rakernas dan mangangkat hal-hal yang aktual di dalam pemerintahan pelaksanaan pembangunan maupun di dalam kemaksyarakatan. Kali ini memang temanya bertumpu pada hal yang mengarah kepada politik tetapi tetap membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Apa pokok-pokok bahasannya akan kita bicarakan di dalam raekrnas ini. Rakernas itu sendiri hanya merupakan bagian kecil daripada kegiatan kita karena ada banyak kegiatan yang kita laksanakan.

Pertama yaitu Indonesia City Expo, jadi kita memamerkan dan mengexpo seluruh potensi-potensi wilayah daerah yang di bawah oleh para kepala-kepala daerah bersama para jajarannya untuk ditampilkan dipromosikan dipamerkan dalam ajang Indonesia City Expo. Nanti Indonesia City Expo yang ada diikuti oleh 98 kota seluruh Tndonesia termasuk Makasar, di pantai losari tempatnya.

Kedua, ada namanya karnaval budaya jadi seluruh kota itu akan menampilkan dalam suatu aktraksi malam perayaan dan penampilan budaya seni, adat, budaya, daerah-daerah ditampilkan baik itu seni tari, seni drama, seni suara, seni semua seni-seni itu ditampilkan dan budaya-budaya dari masing-masing daerah ciri khas kearifan lokal itu akan ditampilkan di dalam karnaval budaya itu jadi itu sehari dan semalam itu akan tampil seluruh ini akan berjalan berparade dalam satu acara karnival

Ketiga, kita melaksanakan seminar tentang investasi, tema kita pada tahun ini juga masalah investasi. Bagaimana meningkatkan investasi dengan memanfaatkan seluruh potensi-potensi wilayah yang dapat dikembangkan dan ditawarkan kepada para invesor karena rakernas kali ini akan dihadiri oleh para duta-duta besar dari luar, duta besar luar negeri Indonesia dan juga para pengusaha-pengusaha dari berbagai negara, Singapura, Korea, Jepang dan lain sebagainya ini akan hadir. Sehingga daerah-daerah punya kesempatan untuk menampilkan dan memaparkan berbagai potensi daerah yang bisa ditawarkan kepada para investor untuk dari negara-negara tersebut sehingga bisa menarik kepada investor asing maupun investor dalam negeri.

Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita mewawancarai Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa (11/7/23).
Wakil Direktur Pemberitaan Tribun Network, Domuara Ambarita mewawancarai Wali Kota Gorontalo, Dr H Marten A Taha dalam acara Podcast Spesial Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa (11/7/23). (SCREENSHOT YOUTUBE TRIBUNGORONTALO)

Keempat, Rakernas membahas hal-hal yang terkait dengan kondisi organisasi kami sebagai wadah bagi para pemerintah daerah dalam rangka untuk mengembangkan potensi daerah kemudian bisa memajukan daerah. Tema pada kali ini yaitu peningkatan investasi dan juga tidak lupa membicarakan masalah yang berkaitan dengan masalah politik karena kita juga tahu bahwa 2024 2024 adalah tahun politik. Orang selalu berbicara masalah politik bagaimana kita mengsikapi bahwa walaupun kita berbeda, karena wali kota seluruh indonesia itu datang dari berbagia latar belakang politik yang berbeda. Saya dari Partai Golkar, misalnya ketua saya Bima dari PAN, ada yang dari PDIP, ada yang dari Nasdem, ada yang dari Demokrat dan lain sebagainya. Jadi kita, dalam membawa Indonesia ke arah makin lebih baik ke depan, kita lepaskan jaket-jaket yang berwarna-warni itu tapi kita berbicara Indonesia, kita satu warna yaitu merah putih

Itulah yang menjadi tujuan kita bagaimana memajukan Indonesia. Indonesia bisa menjadi negara yang maju, negara yang bermatabat di mata dunia dan bisa bersaing di dunia internatoinal. Jadi rangkaian acara ada karnival budaya itu berarti melibatkan masyarakat, ada pameran ekonomi melibatkan pelaku UMKM.

Jadi luas, bukan hanya ajang wali kota, bukan hanya pejabat, jadi seluruh, jadi saya juga membawa para pimpinan OPD, kemudian juga masyarakat UMKM. Saya juga akan berpatisipasi, nanti akan pajang prodak-prodak di booth milik pemerintah kota, artinya mereka merebut skaligus jualan ya jadi promosi seperti misalnya di Gorontalo itukan ada produk-produk khas tenun namanya karawo, ada songkok/kopia karanji namanya atau apapun dari produk-produk lokal yang merupakan hasil karya yang merupakan kearifan lokal kami, kami pamerkan di situ.

DA : Pak Marten lima periode anggota DPRD, 5x5 berarti 25 tahun sejauh usia 28 tahun beliau sudah DPRD, itu tahun 87 sudah anggota DPRD di Sulawesi Utara sebelum dimekarkan (provinsi) Gorontalo kemudian belakangan Gorontalo dimekarkan dan beliau (DPRD) 3 periode di sana dan sempat menjadi ketua DPRD Gorontalo sampai kemudian mencalonkan diri, mengikuti kontestasi pemilihan wali kota Gorontalo 2014 sampai sekarang ini tahun ke-9.

Pak Wali, apa rahasianya awet di dunia politik? Banyak juga yang terjun di politik tapi ada juga yang kapok.

MT : Kenapa dunia politik itu banyak orang menghindar karena katanya dunia politik itu dunia keras, dunia kotor, dunia pertarungan. Pokoknya banyak hal yang dilekatkan di dalam politik itu, stigmanya negatif tetapi sebenarnya politik ini kan bukan hanya yang kita liat politik praktis tapi politik dalam arti konsep itu bahwa bagaimana mengelola negara kan seperti itu. Politik mengelola negara, politik pemerintahan.

Suatu sistem dibangun didalam pemerintahan, dalam satu negara daera,  wilayah, apapun namanya di muka bumi ini itu melalui suatu proses politik, tidak ada satu keputusan penting negara tanpa proses politik, ekonomi bisa berjalan dengan baik, ekonomi bisa jalan, ekonomi bisa maju karena ada komitmen dan keputusan politik yang diambil oleh para pemangku kepentingan. Ada undang-undang, harus ada peraturan-peraturan yang harus ditaati. Hotel ini bisa dibangun bisa jalan dengan baik karena memang ada aturannya, bagaimana undang-undang berinvestasi, bagaimana undang-undang dalam memberikan dunia perhotelan dan lain sebagainya.

Jadi saya melihat bahwa dunia politik itu sangat penting dan strategis di dalam rangka kita untuk mengelolah negara. bagaimana saya terjun di dunia politik itu memang latar belakang saya. Saya ini dari sisi keilmuan punya disiplin ilmu-ilmu ekonomi mulai dari SMP, saya sudah ekonomi karena saya sekolah di SMEP, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama. Berikut ke sekolah tingkat atas, saya di ekonomi juga SMEA, Sekolah Menengah Ekonomi Atas.

Begitu di Fakultas, perguruan tinggi, saya juga di ekonomi, Fakultas Ekonomi. Saya memilih untuk kuliah di Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Ekonomi. S2 saya juga magister Economic Development di Universitas Gajah Mada Jogyakarta.  S3 saya di Universitas Hasanudin di Antropoligi yang mengarah kepada membahas hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi, antropologi kesejahteraan.

Jadi kalau diliat dari latar belakang pendidikan, disiplin ilmu dan bakat kemampuan saya. Sebenarnya cita-cita saya dari awal, saya tidak mau jadi pegawai negeri, saya mau jadi pengusaha. Sehingga ketika saya lulus dari perguruan tinggi, saya merintis usaha tapi lebih tertarik ke politik.

Ketika itu memang politik kita, politik di zaman orde baru itukan politik yang diarahkan, baru 3 partai yang bersaing. Kemudian pemilihan kepala daerah masih pemilihan di DPR, belum pemilihan langsung. 

Sehingga saya alhamdulillah ketika itu pada zaman orde baru, saya terjun di dunia politik direkrut jadi anggota partai politik langsung ditawarkan untuk menjadi anggota DPRD. Ketika itu menjadi anggota DPRD itu kalau sekarang kan kita calonkan diri kemudian mendekati ketua partai dan lain sebagainya.

Saat itu (jadi DPRD) dipanggil-panggil, mau aktif di politik. Jangan hanya jadi pengurus partai tapi harus jadi anggota DPR. Saya bilang siap dicalonkan, kampanye mereka yang kampanyekan terpilih yaa duduk kita. Tugas kita yah memilih kepala daerah seperti itu setelah Reformasi, alhamdulillah saya masih di Sulawesi Utara pada saat itu saya masih anggota DPRD Sulut. Tahun 2000 ketika Gorontalo dimekarkan maka 2001 dibentuklah DPRD, maka saya dari Sulawesi Utara pindah ke Gorontalo jadi anggota DPRD dari 2001 sampai 2004.

Kemudian pemilu 2004 terpilih lagi jadi anggota DPRD periode 2004 - 2009. Kemudian pemilu 2009 terpilih lagi jadi anggota DPRD 2009 -2014. K etika itu saya dipercayakan sebagai Ketua DPRD Provinsi Gorontalo. Nah karena sudah cukup lama di DPR. Saya bilang saya mau coba-coba keberuntungan nasib di eksekutif karena sudah lama di legislatif. Maka pemilihan wali kota pada 2014, saya ikut daalam kontestasi itu dan alhamdulillah terpilih sebagai wali kota dari 2014 -2019.

Kemudian untuk kedua kali menjadi wali kota, saya ikut lagi pada pemilu 2018, saya terpilih dilantik 2019 - 2024, tinggal 11 bulan saya menjabat ini. Itulah karir politik saya.

DA : Pak marten, karir politik yang lengkap kan, eksektuf dan legislatif. Kepuasan batin apa yang bapak peroleh eksekutif legislatif?

MT : Saya kira di mana saja kita berkarya, di mana saja bekerja khan untuk kepentingan rakyat, untuk masyarakat kemaslahatan masyarakat. Tugas daripada eksekutif maupun tugas daripada legislatif itu sama-sama kita mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang makin lebih baik, makin lebih sejahtera, makin lebih maju daerahnya dan makin lebih berkualitas, terutama SDM. Jadi tentunya kepuasan batin apa yang bisa diperoleh, apabila apa yang kita kerjakan, apa yang kita perjuangkan itu bisa diterima dan memberi arti yang luas kepada rakyat, memberi sesuatu yang baik kepada rakyat.

Artinya ada sesuatu misalnya, kita bekerja katakanlah, saya sebagai walikota sekarang dipercayakan untuk mengelola suatu daerah. Bagaimana kalau misalnya tantangannya, bagaimana mengurangi angka kemiskinan, bagaimana meningkatkan indeks pembangunan manusia, bagaimana mengurangi angka pengangguran, bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan.

Kalau itu tercipta, terlaksana, tercapai maka tentunya kita akan merasa senang, rakyat senang, kita juga senang karena kita bekerja untuk rakyat bukan hanya kepentingan kita.

Saya terus terang jadi pejabat baik di eksekutif maupun legislatif itu, ya alhamdulillah hidup saya memang, saya wakafkan untuk rakyat. Saya tidak mau cari kepentingan saya maupun keluarga tetapi untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Sehingga saya berharap ketika saya sudah tidak ada, ada yang dikenang oleh masyarakat terhadap saya.

DA : Saya mau masuk di situ, banyak politisi yang tergiur ke poltik, baru setahun dua tahun berurusan dengan penegak hukum, baru setahun dapat eksekutif berurusan dengan penegak hukum karena berbagai alasan.

Bapak lima tambah dua, tujuh periode termasuk di wali kota. Apa rahasianya, membentengi hati, membentengi diri?

MT : Memang orang bilang, ketika sudah berada di suatu jabatan tertentu, godaan itu sangat tinggi, pasti dan siapapun dan manusia normal pasti ada yang tergoda. Nah bagaimana kita membentengi diri kita agar tidak tergoda hal-hal yang justru akan menyengsarahkan kita.

Bukan hanya kita, keluarga kita, sahabat kita, kerabat kita dan pasti kita akan jadi sampah masyarakat. Ketika kita sudah tidak dihargai ketika kita menjabat duduk disanjung-sanjung, dihormati, diangkat-angkat. Suatu ketika kita diremehkan, dicemooh,  dibully. Bagaimana keluarga kita, bagaimana anak-anak kita, bagaimana istri kita, bagaimana cucu dan lain sebagainya. Itu kalo hanya berpikir diri sendiri, tapi bagaimana anak cucu kita dari sana?

Oleh karena itu apapun godaannya, alhamdullilah dengan kuasa Allah, saya dijauhkan dari berbagai godaan dan rongrongan bukan hanya godaan tapi rongrongan sangat dahsyat dari berbagai pihak. Insya Allah saya jalani

DA : Godaan itu, rayuan itu pernah ada ya?

MT : Itu (godaan) banyak apalagi di bidang pembagian proyek, bagaimana dalam pengangkatan birokrasi, dalam investasi. Semua itu banyak sekali itu tapi saya pikir apa yang saya cari menjadi pejabat.

Terus terang pak Domu, saya ini sebagai wali kota kecuali mungkin tinggal mau pergi di tilet, tinggal itu yang saya bayar. Semua dibayar oleh negara apalagi yang kita cari?, makan kita dibiayain negara, pakaian kita dibayain negara, kendaraan kita biayain negara, tempat tinggal rumah kita dibiayain negara ke mana-mana kita dibiayain oleh negara.

Lalu kita mau jarah lagi kekayaan negara, sudah terlalu itu, sudah tidak ada rasa empati kalau orang bilang itu. Semua sudah ditanggung negara kehidupan kita. Kemudian kita juga d isisi lain membebani bahkan menjarah kekayaan negara. Maka suatu saat kita akan dilaknat oleh Yang Maha Kuasa

DA : Pernah ngak? saudara, orang lain, keluarga istri, anak, menantu. Pak beri ini dong, gimana cara menangkis?

MT ; Banyak itu tapi alhamdulillah dari sisi keluarga, anak-anak saya bahkan mereka itu selalu menyembunyikan diri jangan ditahu orang bahwa mereka ini anak wali kota. Mereka ini kalau menjadi misalnya menjadi PNS jangan karena fasilitas karena anak wali kota. 

Anak saya 1 PNS, 1 pegawai bank, 1 pegawai BNN, mereka menjadi karena usaha sendiri dan karena pendidikan mereka bukan kerena bapaknya ketua DPRD, bukan karena bapaknya ketua wali kota

Ketika mereka itu menjabat menduduki jabatan menentukan juga, bukan karena saya. Apalagi dijaman sekarang dengan tingkat seleksi yang begitu ketat melalui CAT, gak mungkin orang bisa lulus begitu saja tanpa kemampuan sendiri walaupun dia dapat back-ingan dari mana-mana.

Keluarga saya, alhamdulillah tidak  tapi dari berbagai pihak misalnya, paling banyak tim sukses itu dan di mana-mana begitu khan. Kalau setelah kita dudukan biasanya tim sukses itu yang tagih jatah khan.

Saya selalu memberikan pencerahan kepada mereka bahwa kalau terjadi sesuatu kepada saya. Kalau kita jalani sistem seperti ini nanti bukan hanya saya yang terjerumus. Kalian-kalian juga akan terkait, banyak contoh saya bilang dengan cara-cara seperti itu. Saya bilang kalau ada sesuatu jalani sesuai dengan prosedur mekanisme. Nanti kalau jika ada yang sama, tentu kita prioritaskan Anda lah.

Jadi anaknya mau jadi pegawai negeri, silahkan ikuti prosedur mekanisme ketika dia sudah di dalam, sudah masuk, sudah ada kesempatan yang sama bagi orang yang berbeda. Maka tentunya yang kedekatan dengan saya akan ini itu.

DA : Pak wali, ini dua periode, tahun ke sembilan. Apakah ada program prioritas Pak wali yang suda terlaksana sukses dan mendapat pujian siapapun lembaga survei atau pemerintah memberi award misalnya dan apa yang belum?

MT : Baik dalam menjalankan program dan membuat kebijakan, saya itu dipandu suatu sistem yang namanya RPJMD, rencana pembangunan jangka menengah daerah yang saya susun, saya buat ketika saya awal pemerintahan. Misalnya pada tahun 2014 sampai 2019, ada yang namanya RPJMD 2014 - 2019 yang harus saya sukseskan berdasarkan janji saya kepada rakyat. Ketika saya melaksanakan kampanye karena sistem pemerintahan sekarang dijalankan atas dasar kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yang jadi dia presiden, yang jadi gubernur, yang jadi kepala daerah.

Kita dulu namanya ada namanya GBHN, siapapun jadi bupati siapa jadi wali kota siapa jadi gubernur, jalankan taat pada itu. Presiden dari atas sampai ke bawah sama semua seluruh Indonesia. Tapi sekarang dalam sistem repormasi dengan kebebasan yang ada sekarang bahwa setiap daerah itu menjalankan fungsinya sesuai dengan kebijakan dan program yang disusun oleh kepala daerah yang terpilih, karena yang tidak terpilih. dia janji kepada rakyat, program apa yang kau laksanakan.

Apakah prioritas pengembangan sumber daya manusiakah, prioritas di dalam pertumbuhan ekonomikah, prioritas di bidang peningkatan insfastrukturkah. Nah saya pada periode pertama alhamdulillah mencanangkan sebuah kebijakan, bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memajukan daerah kemudian, menciptakan manusia-manusia produktif aktif kemudian masyarakatnya yang religius dan terdidik. Makanya saya sebut dengan Kota SMART, sejahtera maju aktif religius dan terdidik. 

Jadi dalam hal untuk menjalankan program itu tentunya kita ada prioritas-prioritas. Maka lima tahun saya membuat satu peta untuk menjalankan program sesuai dengan kebijakan yang saya laksanakan.

Pertama, saya memprioritaskan pada tahun pertama diperiode pertama itu peningkatan pada sektor pendidikan. Jadi tujuan saya bagaimana supaya meningkat kualitas sumber daya manusia Gorontalo. Ada lahir manusia-manusia unggul Gorontalo 10,15, 20 tahun akan datang akan muncul setelah saya jalankan program ini. Karena meningkatkan sumber daya manusia itu hkan melalui sektor pendidikan.

Melalui sektor pendidikan ini, saya membuka akses seluas luasnya kepada pendidikan. Jadi biaya pendidikan itu khan mahal, tidak semua orang bisa menjangkau. Sehingga kalau tidak bisa dijangkau oleh semua orang, maka tidak semua orang bisa mengakses dunia pendidikan terutama pendidikan tinggi maka harus diberi akses. Jadi pendidikan bukan hanya milik orang kaya, orang yang tidak mampu pun harus dia mengenyam pendidikan. Namanya DOS, dana oprasional sekolah, beasiswa kepada anak-anak yang punya kemampuan dan pendidikan gratis mulai dari TK, SD ,SMP, sampai SMA.

Alhamdulillah bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia Gorontalo yang saat ini sudah mencapai 78,44, tertinggi di Provinsi Gorontalo bahkan melampaui indeks rata-rata IPM nasional

DA : Pak Wali, sesuai tema kita soal tranformasi digital, kita tahu bahwa dengan manual, kita bertemu fisik, itu rentan pungli, bagaimana menurut Pak wali?

MT : Transformasi digital itu sangat penting, pelayanan jadi mudah, jadi lebih murah, jadi efisien, efektif, cepat, tepat, akurat dan transparan. Jadikita mengurangi pertemuan-pertemuan secara fisik dengan masyarakat dan pemerintah karena di situ rentan terjadinya transaksi. Ini akan menimbulkan godaan kepada mereka yang melayani. Mulai front office, naik kepala bidang sampai kepala dinas. Dulu itu sudah menjadi suatu yang lumrah di Indonesia. Hal seperti itu harus kita eliminir, harus kita hindari.

Sistem digitalisasi itu, adalah salah cara mengurangi itu karena dalam pelayanan tidak perlu ada tatap muka antara satu sama lain. Sehingga menghilangkan transaksi-transaksi yang sifatnya merugikan masyarakat yang dilayani maupun merusak tatanan birokrasi kita.

DA : Saat ini yang dilakukan pemkot Gorontalo, di bidang apa yang mulai digalakan digitalisasi? Apakah sudah semua atau yang tertentu?

MT : Kita mulai dari layanan - layanan perizinan, pelayanan di DPMPTSP itu, seluruh layanan perizinan itu sudah dilakukan secara online. Tak ada lagi pelayanan secara tatap muka. Orang datang di DPMPTSP, tinggal mengambil surat atai izin yang dikeluarkan DPMPTSP , fisik itu yang diambil.

Mulai dari melakukan permohonan itu secara online, pemenuhan persyaratan dilakukan secara online. Kalau sudah selesai, dia ketahui secara online. Ketika kita memberikat surat, izin atau sertifikat secara fisik baru datang ke sana (DPMPTSP).

Pelayanan itu saya mulai dari kantor kelurahan juga. Semua layanan kelurahan, tidak ada lagi orang yang datang (kantor) minta surat keterangan, dari rumah saja online. Begitu keluar di laptop atau hapenya, dia langsung print. Tidak perlu datang ke kantor lurah secara fisik untuk minta  surat tapi secara online.

Pengurusan KTP, dia datang tinggal perekaman dan potret saja. Dalam sistem pembayaran, sudah digital semua, memakai Qris, e-banking, SMS Banking dan sudah tidak lagi pembayaran melalui  kantor-kantor kas. Sistem ini pada 2020-2021 dipercepat oleh situasi dan kondisi kita, pandemi covid. 

DA : Pak wali, kita ke politik lagi, pak wali sudah 9 tahun wali kota tidak mungkin 15 tahun kecuali amandemen, ke mana selanjutnya?

MT : Wali Kota atau Bupati gak mungkin tapi kalau ke jenjang lebih di atas boleh, atau ke jenjang ke bawah boleh, misalnya jadi wakil wali kota. Tapi menjadi gubernur boleh karena setingkat di atas. 

Tentunya, jalan-jalan poltik harus ke sana. Kalau bukan ke DPR RI, ke Gubernur atau jabatan apa yang dipercayakan yang nanti mengelola negara.

DT : Rasanya politikus gaek, gak mungkin jadi wakil (wali Kota) khan? kelihatannya ke pilgub to? sudah mulai persiapan kah?

MT : Untuk gubernur karena persaingan ketat, tidak mungkin saya melenggang sendiri, tapi menguntungkan periode ini sudah tidak ada lagi incumbent jadi persaingan bebas, semua mulai dari nol. 

Alhamdulillah saya dari internal partai termasuk salah satu yang dicalonkan, resmi dicalonkan. Kami diminta untuk melaksanakan berbagai aktivitas, istilahnya silahkan jual diri, silahkan promosikan dirimu, silahkan kau sosialisasi dirimu, silahkan kau kunjungi masyarakat, silahkan mau ke mana-mana. Itu diberikan kesempatan oleh partai.

Alhamdulillah kami berempat itu diberikan kesempatan dan nanti suatu saat partai akan menentukan siapa dari 4 orang ini yang akan dipertandingkan dengan calon-calon dari partai lain.

Arah ke sana, alhamdulillah saya sudah mulai rintis, persiapa-persiapan sudah dilaksanakan sejak tahun kemarin dan sekarang sudah mulai lebih intensif karena sudah mau mendekati khan. Tapi karena tugas partai bahwa kita diinstruksikan untuk mensukseskan dulu agenda yang ada di depan mata ini yaitu pilpres dan pilek.

Saya ngga ikut caleg. Kenapa kita harus sukseskan caleg karena pileg kali ini 2024 menentukan nasib partai-partai untuk mengusungkan calonnya pada pilkada. Apakah dia bisa mengusung sendiri atau dia harus berkoalisi ataupun kalau berkoalisi dia harus punya suara yang siginifikan di parlemen supaya dia mudah untuk bisa menarik koalisi dari partai lain.

Jangan sampai kita akan dipermainkan oleh partai lain dan susah kita untuk menawarkan kader kita nanti akan dijadikan kader sebagai pendamping atau wakil tapi kalau kita punya kursi yang cukup signifikan di parlemen maka kita menentukan. Kita bisa mencalonkan kader kita di pilgub, pilbup maupun pilwako.

DA : Pak wali kita tiba diujung, baik kegiatan Apeksi maupun terkait rencana bapak ke depan juga di masyarakat Gorontalo. Silakan sebagai closing statemen.

TM : Baik terima kasih, Alhamdulillah di masa penghujung kepemimpinan saya sebagai wali kota. Saya mendapat apresiasi dari berbagai pihak baik itu dari masyarakat, lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah.

Saya diberikan berbagai penghargaan, dan penghargaan tertinggi pernah dapatkan namanya, penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha dari Presiden yang diterima hanya 5 tahun sekali oleh satu daerah yang tiga kali berturut-turut mendapat penghargaan di dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Itu saya terima pada 2019. Provinsi Gorontalo baru saya yang terima.

Kedua, dalam menjalankan tugas ini tidak mungkin saya bekerja sendiri, kita butuh kolaborasi, kita butuh sinerji dan kerjamasa dari semua pihak. Apapun kita kerjakan pasti terkait denga stakeholder. Maka dengan kolaborasi dan inovasi yang saya lakukan selama ini memberikan dampak terhadap dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat Gorontalo yang diukur dari parameter indikator makro ekonomi.

Ekonominya meningkat,Indeks pembangunan juga meningkat, angka kemiskinan menurun, angka pengangguran menurun, dan gini ratio juga mengalami penurunan dari 0,40 turun 0,38.

Pembangunan sumber daya manusia, pendidikan makin membaik dengan meningkatnya wajib sekolah 12 tahun. Kemudian usia harapan hidup makin meningkat yakni 72 tahun dan indeks pembangunan manusia 78,44. Ini indikator makro yang menggambarkan kemajuan suatu daerah. 

Ini saya bisa laksanakan tentunya bukan hanya saya sendiri, ada wakil, ada sekda, seluruh jajaran dan masyarakat yang mendukung saya. Itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya bahwa apa yang saya kerjakan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan kemaslahatan bagi semua orang.

Berikutnya, rencana politik ke depan, walaupun masih belum jelas karena persaingan baik internal partai maupun eksternal tetapi bagi saya. Itu adalah suatu seni dalam mengelola tata kehidupan. Saya sudah memilih jalan hidup saya sebagai politisi, saya belajar dalam kehidupan puluhan tahun jadi DPR dan 2 periode jadi wali kota. Alhamdulillah saya sudah belajar banyak, itu menjadi modal sosial bagi saya untuk menapaki ke jenjang yang lebih tinggi lagi. (aldi Ponge)

Tonton live Facebook di Youtube Tribun Gorontalo : 

 


 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved