Solar Langka di Gorontalo
Supir Kontainer di Gorontalo Mengadu ke DPRD terkait Sulitnya Dapat Solar
Keluhan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Gorontalo dan pihak Pertamina, Selasa (10/3/2026) sore.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/RDP-DPRD-Suasana-Rapat-Dengar-Pendapat-RDP-antara-para-s.jpg)
Ringkasan Berita:
- Para sopir kontainer di Gorontalo mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di sejumlah SPBU saat RDP bersama DPRD Provinsi Gorontalo dan Pertamina.
- Mereka mengaku sering ditolak mengisi atau mendapati stok habis, serta mengusulkan adanya kartu identitas khusus agar lebih mudah mengakses solar.
- Menjelang Idulfitri, Pertamina berencana menambah kuota di beberapa SPBU, sementara DPRD menilai masalah utama masih pada sistem penyaluran di lapangan.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Para sopir kontainer di Provinsi Gorontalo mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar bersubsidi di sejumlah SPBU.
Keluhan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Gorontalo dan pihak Pertamina, Selasa (10/3/2026) sore.
Dalam forum tersebut, para sopir mengaku kerap mengalami penolakan saat hendak mengisi solar di SPBU.
Bahkan ketika diperbolehkan, mereka sering mendapati stok solar bersubsidi sudah habis.
Padahal, para sopir kontainer merupakan bagian penting dalam pergerakan ekonomi daerah krena mereka bertugas mengangkut barang dan logistik kek berbagai wilayah di Gorontalo.
Salah satu perwakilan sopir menyampaikan bahwa mereka berharap ada sistem yang dapat memudahkan akses pengisian solar di SPBU, salah satunya melalui kartu identitas khusus bagi sopir.
“Kita minta ID Card, tanda pengenal kita masuk di SPBU, karena kita keluar dari kota mau ambil antrian tidak dapat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya dugaan oknum yang justru bisa mendapatkan solar bersubsidi setiap hari, sementara sebagian sopir lainnya kesulitan mengaksesnya.
“Saya liat tidak semua SPBU ini melayani kita,” katanya.
Menanggapi keluhan tersebut, pihak Pertamina memberikan solusi sementara menjelang Hari Raya Idulfitri.
Salah satunya dengan menambah kuota solar bersubsidi di sejumlah SPBU yang dinilai mengalami kekurangan.
Selain itu, sopir diminta untuk berkoordinasi atau memberi informasi lebih awal kepada pihak SPBU sebelum melakukan pengisian.
Dengan begitu, pihak SPBU dapat menyisakan stok solar bagi para sopir kontainer.
Kebijakan ini diambil karena kuota solar yang tersedia di SPBU saat ini masih terbatas, yakni sekitar 8.000 liter per hari.