Kamis, 12 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-469: Hancurnya Bendungan Kakhovka Tak Ganggu Rencana Zelensky

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-469, Rabu (7/6/2023): Zelensky menegaskan bahwa serangan di bendungan Nova Kakhovka tidak mengubah rencananya.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-469: Hancurnya Bendungan Kakhovka Tak Ganggu Rencana Zelensky
AFP/STR
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kiri) saat mengunjungi Kota Bucha, barat laut Ibu Kota Ukraina, Kyiv. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-469 pada Rabu, 7 Juni 2023: Zelensky menyatakan bahwa serangan yang menghancurkan bendungan Nova Kakhovka tidak merusak rencananya untuk merebut kembali daerahnya yang diduduki pasukan Rusia. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa serangan yang menargetkan bendungan di kota pelabuhan Kakhovka, Ukraina wilayah Selatan, tidak mengganggu rencana pasukan militernya.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Rabu (7/6/2023) atau hari ke-469 perang Rusia, Zelensky menyebut runtuhnya bendungan Nova Kakhovka sebagai tindakan "penghancuran lingkungan massal".

Zelensky mengatakan serangan terhadap infrastruktur kritis semacam itu tidak akan mengubah rencana Ukraina untuk merebut kembali wilayah dari pendudukan pasukan Rusia.

Menggambarkan ledakan yang menghancurkan bendungan itu sebagai tindakan yang disengaja dan kacau oleh Rusia, Zelensky pada Selasa (6/6/2023) menyatakan bahwa bendungan itu diledakkan dalam upaya untuk "menggunakan banjir sebagai senjata" untuk menghambat pasukan Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-468: Zelensky Memuji Kemajuan Pasukan Militernya di Bakhmut

Dalam pidato malamnya kepada bangsa, Zelensky mengatakan bahwa Rusia pasrah kehilangan kendali atas Krimea yang dianeksasi dan, oleh karena itu, telah menghancurkan pasokan air di kawasan itu.

“Fakta bahwa Rusia dengan sengaja menghancurkan waduk Kakhovka, yang sangat penting, khususnya, untuk menyediakan air ke Krimea, menunjukkan bahwa penjajah Rusia telah menyadari bahwa mereka juga harus melarikan diri dari Krimea,” kata Zelensky.

“Kami masih akan membebaskan seluruh tanah kami,” lanjutnya.

Zelensky menambahkan bahwa peledakan bendungan tidak akan mencegah kekalahan Rusia namun akan menambah biaya perbaikan pascaperang yang harus dibayar Rusia ke Ukraina suatu hari nanti.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-467: Kelompok Militan Anti-Putin Kembali Serang Belgorod

Sedangkan Rusia menyalahkan Ukraina atas runtuhnya bendungan pada hari Selasa.

Rusia menuding baha Ukraina telah menghancurkan situs tersebut untuk mengalihkan perhatian dari peluncuran serangan balasannya yang goyah yang telah ditumpulkan Rusia.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengungkapkan bahwa pasukannya telah menggagalkan tiga hari pertama serangan balik Ukraina dalam pertempuran yang telah menyebabkan ribuan tentara Ukraina tewas atau terluka.

Menurut Shoigu, keputusan untuk menghancurkan bendungan itu untuk memperlambat serangan pasukan Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-465: Kelompok Pemberontak Rusia Masih Serang Belgorod

Baik Rusia maupun Ukraina tidak memberikan bukti atas klaim mereka terkait penghancuran bendungan.

Runtuhnya bendungan menghadirkan bencana kemanusiaan baru di tengah zona perang dan saat Ukraina bersiap untuk serangan balasan yang telah lama ditunggu-tunggu dalam perang yang dimulai sejak 24 Februari 2022 ini.

Dikabarkan bahwa sebelum hancur, bendungan Nova Kakhovka menyediakan listrik dan air minum untuk ratusan ribu orang di Ukraina.

Ihor Syrota selaku Kepala Otoritas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Ukraina, mengatakan bahwa banjir telah menyebabkan air naik 3,5 meter.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-464: Kepulauan Faroe Batasi Akses Rusia di Atlantik Utara

Syrota juga mengungkapkan bahwa pejabat Ukraina yakin air banjir akan mencapai puncaknya pada hari Rabu, kemudian level akan naik, lalu mulai turun dalam tiga sampai empat hari.

Banjir telah menenggelamkan desa dan kota di sekitar Kherson, Ukraina dan pejabat Rusia memperingatkan bahwa saluran utama yang memasok air ke semenanjung Krimea yang dicaplok Moskow, menerima air yang jauh lebih sedikit.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan 17.000 orang dievakuasi dari wilayah yang dikuasai Ukraina dan total 24 desa telah terendam banjir.

"Lebih dari 40.000 orang terancam banjir," kata Jaksa Agung Ukraina Andriy Kostin.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-463: PBB Minta Kyiv-Moskow Berunding demi Ekspor Biji-bijian

Kostin menyebut bahwa sebanyak 25.000 orang lagi harus dievakuasi di daerah paling kritis yang berisiko di sisi Sungai Dnipro yang diduduki Rusia.

Vladimir Leontyev, Wali Kota Nova Kakhovka yang dilantik Moskow di mana bendungan itu berada, mengatakan kota itu terendam air dan ratusan orang telah dievakuasi.

Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan sedikitnya 16.000 orang telah kehilangan rumah mereka dan upaya sedang dilakukan untuk menyediakan air bersih, uang, dan dukungan hukum dan emosional bagi mereka yang terkena dampak.

Warga di sisi sungai yang dikuasai Ukraina dievakuasi dengan feri ke kota-kota termasuk Mykolaiv dan Odesa di barat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-462: Afrika Selatan Diminta Bantu Tangkap Vladimir Putin

Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan pada hari Selasa bahwa "besarnya bencana" sepenuhnya hanya akan terwujud sepenuhnya dalam beberapa hari mendatang.

“Tetapi sudah jelas bahwa itu akan menimbulkan konsekuensi yang serius dan luas bagi ribuan orang di Ukraina selatan, di kedua sisi garis depan, melalui hilangnya rumah, makanan, air bersih, dan mata pencaharian,” kata Griffiths.

Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas bencana tersebut pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada hari Selasa.

Dalam pertemuan Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York itu, duta besar Rusia dan Ukraina memberikan laporan yang sangat berbeda tentang apa yang terjadi pada bendungan tersebut.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-461: Zelensky Banggakan Peran Sistem Anti-Rudal Patriot AS

Duta Besar Rusia menekankan bahwa telah ada ancaman sebelumnya terhadap bendungan oleh Ukraina.

Sedangkan Ukraina menegaskan bahwa bendungan itu terletak di wilayah yang dikendalikan oleh pasukan Rusia dan hanya menambang bendungan yang dapat menghancurkannya, bukan menyerang dari jauh.

Menteri dalam negeri Ukraina pun mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia menembaki daerah-daerah tempat orang-orang dievakuasi dari air banjir bendungan dan dua petugas polisi terluka.

Di sisi lain, peneliti senior di International Institute for Strategic Studies, Ben Barry mengatakan banjir dari bendungan akan menguntungkan Rusia dalam jangka pendek.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-460: Zelensky Ajukan RUU yang Berisi Sanksi untuk Iran

“Mengingat Rusia dalam posisi defensif strategis dan Ukraina dalam posisi ofensif strategis, dalam jangka pendek ini merupakan keuntungan bagi Rusia, tentunya,” ujar Barry.

"Ini akan membantu Rusia sampai air surut karena membuat Ukraina lebih sulit untuk melakukan penyeberangan sungai penyerangan," sambungnya.

Pakar keamanan di Stratpoints Foundation dan mantan wakil kepala kontra-intelijen militer Polandia, Maciej Matysiak menilai bahwa air banjir yang menggenangi wilayah itu juga akan mencegah penggunaan persenjataan berat seperti tank setidaknya selama sebulan.

“(Ini) menciptakan posisi pertahanan yang sangat baik bagi Rusia yang mengharapkan aktivitas ofensif Ukraina,” tutur Matysiak.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved