Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-394: Pasukan Rusia Kehabisan Tenaga, Kyiv Siapkan Serangan
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-394, Jumat (24/3/2023): Pasukan Rusia tampak kehilangan tenaga saat pasukan Ukraina siapkan serangan balasan.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-20-Oktober-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pasukan Rusia terlihat kehilangan tenaga saat pasukan militer Ukraina bersiap untuk meluncurkan serangan balasan.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Jumat (24/3/2023) atau hari ke-394 perang, komandan pasukan darat utama Ukraina Oleksandr Syrskyi mengungkapkan bahwa pasukannya akan segera memulai serangan balasan setelah menahan serangan musim dingin yang brutal dari Rusia.
Syrskyi mengatakan tentara bayaran Wagner Rusia, yang telah berada di garis depan di Ukraina timur dan selatan, "kehilangan kekuatan yang cukup besar dan kehabisan tenaga".
"Segera, kami akan memanfaatkan kesempatan ini, seperti yang kami lakukan di masa lalu di dekat Kyiv, Kharkiv, Balakliya dan Kupiansk," kata Syrskyi, mendaftar serangan balik Ukraina tahun lalu yang merebut kembali petak-petak tanah.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-393: NATO Ingin Barat Siapkan Bantuan Mematikan untuk Kyiv
Meski begitu, tidak ada tanggapan langsung dari Rusia atas pernyataan bahwa pasukannya di Bakhmut kehilangan momentum.
Namun Bos Wagner Yevgeny Prigozhin mengeluarkan pernyataan dalam beberapa hari terakhir, dengan memperingatkan serangan balasan Ukraina.
Pada Senin (20/3/2023), Prigozhin menerbitkan sepucuk surat kepada Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, mengatakan bahwa Ukraina bertujuan untuk memutuskan pasukan Wagner dari pasukan reguler Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-392: Putin Peringatkan Inggris soal Amunisi Depleted Uranium
Wartawan Reuters di dekat garis depan utara Bakhmut melihat tanda-tanda yang konsisten dengan anggapan bahwa serangan Rusia di daerah itu bisa berkurang.
Di sebuah desa yang dikuasai Ukraina di sebelah barat Soledar, di pinggiran utara Bakhmut, intensitas pengeboman Rusia secara nyata berkurang dari dua hari sebelumnya.
"Di sini sangat panas seminggu yang lalu, tetapi dalam tiga hari terakhir ini lebih sepi," kata seorang tentara Ukraina yang menggunakan tanda panggilan 'Kamin', atau 'Batu'.
“Ini bisa kita lihat dari serangan udara musuh. Kalau sebelumnya ada lima-enam serangan udara dalam sehari, hari ini hanya satu kali serangan helikopter,” ujar prajurit itu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-391: Uni Eropa Sepakat untuk Pasok 1 Juta Peluru ke Ukraina
Pasukan Ukraina, yang bertahan selama berbulan-bulan, akan segera melakukan serangan balik karena serangan Rusia tampaknya goyah, kata seorang komandan.
Namun di Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa tanpa pasokan senjata yang lebih cepat, perang dapat berlangsung bertahun-tahun.
Zelensky lantas kembali menyerukan kepada Uni Eropa bahwa blok mereka harus meningkatkan dan mempercepat pasokan senjatanya ke Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-390: ICC Butuh Uang Tambahan setelah Perintahkan Putin Ditangkap
Zelensky diketahui kembali meminta rudal jarak jauh, amunisi dan pesawat modern, serta memberlakukan sanksi tambahan terhadap Rusia atas invasi di Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022 ini.