Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-377: Perebutan Bahkmut Dilanjutkan meski Korban Meningkat
Update perang Rusia vs Ukraina hari-377, Selasa (7/3/2023): para pemimpin setuju untuk melanjutkan pertahanan Bakhmut saat jumlah korban meningkat.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
TRIBUNGORONTALO.COM - Kota Bakhmut di Oblast Donetsk di Ukraina wilayah timur masih menjadi medan pertempuran sengit dalam invasi pasukan Rusia yang telah berjalan lebih dari 1 tahun.
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Selasa (7/3/2023) atau hari ke-377 perang Rusia, para pemimpin Ukraina setuju untuk melanjutkan pertahanan Bakhmut saat jumlah korban meningkat.
Pasukan Ukraina terus mempertahankan Kota Bakhmut yang terkepung, karena Bos tentara bayaran Wagner Rusia mengatakan posisi pasukannya bisa dalam bahaya karena kekurangan amunisi.
Pertempuran Bakhmut, yang masih berada di bawah kendali Ukraina, telah berkecamuk selama 7 bulan, dengan ribuan orang tewas dan ratusan bangunan runtuh atau hangus.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-376: Unit Elit Pasukan Zelensky Perkuat Wilayah Bakhmut
Beberapa warga sipil yang tersisa telah dikurung di ruang bawah tanah selama berbulan-bulan tanpa aliran air, listrik atau gas.
Untuk diketahui, dengan merebut Kota Bakhmut, Moskow akan membuka jalan untuk sepenuhnya mengendalikan sisa kawasan industri strategis Donbas yang berbatasan dengan Rusia, salah satu tujuan utama invasi yang dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 ini.
Terlepas dari desas-desus tentang mundurnya pasukannya dari Kota Bakhmut dalam waktu dekat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku telah menginstruksikan tentara untuk mencari pasukan guna memperkuat pertahanan kota yang dikepung Rusia itu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-374: Bos Wagner Minta Zelensky Tinggalkan Kota Bakhmut
“Saya mengatakan kepada Kepala Staf untuk mencari pasukan yang tepat untuk membantu orang-orang di Bakhmut. Tidak ada bagian dari Ukraina yang dapat dikatakan dapat ditinggalkan,” kata Zelensky dalam pidato kebangsaan terbarunya.
Sebelumnya, pada Senin (6/3/2023), kantor Zelensky mengatakan bahwa para jenderal Ukraina telah mendukung kelanjutan pembelaan Bakhmut.
Setelah serangkaian pertemuan dengan Zelensky, Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Valerii Zaluzhny dan Komandan Pasukan Darat Ukraina Oleksandr Syrskyi “berbicara untuk melanjutkan operasi pertahanan dan memperkuat lebih lanjut posisi (Ukraina) di Bakhmut,” kata kantor Zelenskiy.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-373: Gegara China, FMM G20 Gagal Capai Konsensus soal Invasi
Pertempuran jalanan yang intens berlanjut di dalam dan sekitar Kota Bakhmut, dengan Ukraina dan Rusia berjuang dengan jumlah korban yang berjatuhan meningkat serta mengalami kekurangan amunisi.
Volodymyr Nazarenko, seorang komandan senior Ukraina, menggambarkan situasi di kota itu sebagai "neraka" dalam wawancara dengan Kyiv24 Ukraina pada Minggu (5/3/2023).
Tetapi, Nazarenko mengatakan bahwa Ukraina telah menstabilkan garis depan dan pasukan Rusia masih berada di pinggiran.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-372: Putus Asa, Kyiv Sarankan Pasukannya Mundur dari Bakhmut
Pada hari Senin, oligarki Rusia Yevgeny Prigozhin yang mengendalikan kelompok tentara bayaran Wagner, mengatakan bahwa garis depan Rusia di dekat Bakhmut dapat runtuh jika pasukannya tidak menerima amunisi yang dijanjikan oleh Moskow pada bulan Februari.
Pada hari Minggu, merujuk pada tidak adanya amunisi, Prigozhin mengatakan dalam layanan persnya di saluran Telegram:
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.