Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-374: Bos Wagner Minta Zelensky Tinggalkan Kota Bakhmut

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-374, Sabtu (4/3/2023): Bos tentara bayaran Wagner minta Presiden Zelensky tinggal Bakhmut yang terkepung.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat berkunjung ke kota selatan Mykolaiv pada 18 Juni 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-374 pada Sabtu 4 Maret 2023: Bos tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin minta Zelensky tinggal Kota Bakhmut di Provinsi Donetsk yang telah dikepung. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kepala Wagner Group Yevgeny Prigozhin meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk meninggalkan Kota Bakhmut di Oblast Donetsk, Ukraina wilayah timur yang telah dikepung pasukan Rusia.

Wagner sendiri adalah perusahaan militer swasta Rusia yang menyediakan pasukan tentara bayaran.

Dalam invasi militer di Ukraina yang dimulai Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 24 Februari 2022 ini, tentara bayaran Wagner turut dikerahkan.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Sabtu (4/3/2023) atau hari ke-374 perang, Prigozhin mengatakan para tentara bayaran Wagner telah "secara praktis mengepung" Bakhmut, kota Ukraina timur yang telah coba direbut Rusia selama berbulan-bulan.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-373: Gegara China, FMM G20 Gagal Capai Konsensus soal Invasi

Hanya satu jalan yang masih berada di bawah kendali Ukraina, imbuh Prigozhin dalam sebuah video yang diunggah online di mana dia meminta Zelensky untuk meninggalkan Kota Bakhmut.

Sementara klaim Prigozhin tidak dapat dikonfirmasi, situasi di Kota Bakhmut yang diperangi tampaknya sangat genting, di tengah bukti bahwa Ukraina sedang mempersiapkan posisi pertahanan baru yang luas, termasuk di sekitar kota terdekat Kramatorsk.

Untuk diketahui, dengan merebut Bakhmut dari Ukraina, maka Moskow akan membuka jalan untuk sepenuhnya mengendalikan sisa kawasan industri strategis Donbas yang berbatasan dengan Rusia, salah satu tujuan utama invasi.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-372: Putus Asa, Kyiv Sarankan Pasukannya Mundur dari Bakhmut

Lalu lintas militer dalam jumlah besar terlihat di jalan terdekat pada hari Jumat, dan ada klaim bahwa beberapa jembatan di dekat kota telah dihancurkan.

Video yang diunggah online menunjukkan ledakan jembatan kereta api di atas Sungai Bakhmutka di sebelah timur kota, sementara rekaman lain menunjukkan kerusakan pada jembatan jalan kecil.

Penembakan Rusia terlihat mengenai rute yang mengarah ke barat keluar dari Bakhmut, yang tampaknya merupakan upaya untuk memblokir akses pasukan Ukraina masuk dan keluar kota.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-371: Putin Angkat Bicara setelah Drone Militer Terobos Moskow

Di tengah meningkatnya spekulasi bahwa para pembela Ukraina mungkin bersiap untuk mundur, Ssekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Oleksiy Danilov mengatakan bahwa dalam pertempuran di Bakhmut para pembelanya telah menimbulkan korban pada penyerang Rusia dengan rasio 7:1.

“Sulit di sana, tetapi perlu diingat bahwa setiap hari anak laki-laki dan perempuan kami mengirim ratusan dari mereka ke tempat yang seharusnya mereka tuju, mengingat mereka datang ke sini untuk membunuh kami,” kata Danilov.

Wakil Lomandan Garda Nasional Ukraina Volodymyr Nazarenko mengatakan kepada Radio NV Ukraina bahwa situasinya "kritis", dengan pertempuran berlangsung "sepanjang waktu".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-370: Berkat Bantuan Cuaca, Pasukan Putin Kepung Kota Bakhmut

Komandan unit drone Ukraina yang aktif di Bakhmut, Robert Brovdi, yang menggunakan nama "Madyar", mengatakan dalam sebuah video di media sosial bahwa unitnya telah diperintahkan oleh militer untuk segera mundur.

Brovdi juga mengaku telah berjuang di sana selama 110 hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved