Gempa Turki

Gempa Turki-Suriah, Presiden Rusia dan Ukraina Bersatu Kirim Dukungan

Alarm gempa Turki-Suriah direspon oleh Pemerintah Rusia dan Ukraina. Dua presiden yang tengah bertikai itu, rupanya bersatu

|
Eren Bozkurt/AA/picture alliance
Reruntuhan gedung akibat gempa Turki-Suriah menimpa mobil. Gempa Turki dilaporkan telah menelan sedikitnya 900-an jiwa, Senin (6/2/2023). 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan, dipastikana ada 912 orang tewas, sementara 5.300 lainnya luka-luka. 

Saat ini kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pihaknya memprioritaskan pencarian dan penyelamatan warga. 

"Korban gempa naik menjadi 237 tewas dan 639 terluka," kata Ahmed Damiriyye, seorang pembantu menteri kesehatan Suriah, di televisi pemerintah Suriah.

Layanan Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat kota Gaziantep, pusat industri utama di dekat perbatasan dengan Suriah

Getaran juga dirasakan sampai ke Lebanon, Siprus, dan Mesir.

Petugas penyelamat telah dikerahkan di Turki dan Suriah untuk mencari korban selamat dari reruntuhan. 

Warga yang selamat juga ikut melakukan pencarian di tumpukan puing-puing.

Meski saat ini hujan salju lebat menghambat upaya penyelamatan di beberapa bagian dengan jalan tertutup es dan salju.

"Saya menyampaikan harapan terbaik saya kepada semua warga kami yang terkena dampak gempa," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter.

"Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling kecil." katanya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved