Rabu, 4 Maret 2026

Gempa Turki

Gempa Turki-Suriah, Presiden Rusia dan Ukraina Bersatu Kirim Dukungan

Alarm gempa Turki-Suriah direspon oleh Pemerintah Rusia dan Ukraina. Dua presiden yang tengah bertikai itu, rupanya bersatu

|
zoom-inlihat foto Gempa Turki-Suriah, Presiden Rusia dan Ukraina Bersatu Kirim Dukungan
Eren Bozkurt/AA/picture alliance
Reruntuhan gedung akibat gempa Turki-Suriah menimpa mobil. Gempa Turki dilaporkan telah menelan sedikitnya 900-an jiwa, Senin (6/2/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gempa Turki-Suria membuat Pemerintah Turki mengaktifkan "alarm level 4".

Alarm ini adalah seruan Pemerintah Turki akan bantuan internasional agar merespon Gempa Turki-Suriah. 

Alarm gempa Turki-Suriah direspon oleh Pemerintah Rusia dan Ukraina. Dua presiden yang tengah bertikai itu, rupanya bersatu dalam mengirimkan dukungan untuk korban Gempa Turki-Suriah 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirimkan pesan dukungan dan juga menawarkan bantuan.

"Saya terkejut mengetahui kematian dan cedera ratusan orang akibat gempa bumi di Turki," tulis Zelenskyy dalam tweet. 

“Saat ini, kami mendukung orang-orang Turki yang ramah dan siap memberikan bantuan yang diperlukan,” kata Zelenskiy. 

Baca juga: Peneliti Prediksi Gempa Turki-Suriah 3 Hari Sebelum Terjadi

Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyampaikan belasungkawa dan mengatakan negaranya siap membantu. 

"Tolong terima belasungkawa mendalam saya atas banyak korban manusia dan kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh gempa kuat di negara Anda," kata Putin dalam sebuah pesan kepada Erdogan.

Tidak cuma kedua negara itu saja yang mengirimkan dukungan, namun juga Pemerintah Amerika Serikat (AS). 

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan, ia telah berkomunikasi dengan pejabat Turki dan mengatakan AS siap membantu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya juga siap untuk memberikan bantuan darurat ke Turki dan Suriah.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga mengatakan negaranya siap memberikan bantuan jika diperlukan.

Baca juga: Update Gempa Turki-Suriah: Lebih dari 1.000 Orang Tewas, Ratusan Luka-luka

Sejauh ini, gempa Turki-Suriah kini dilaporkan telah menelan korban jiwa mencapai 1.000 orang. 

Korban gempa Turki-Suriah berkekuatan 7,8 SR itu terbagi atas 900 orang di Turki dan ratusan lainya di Suriah

Gempa dilaporkan mengguncang Turki Selatan dan Suriah Utara pada dini hari Senin pagi, (6/2/2023). 

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melaporkan, dipastikana ada 912 orang tewas, sementara 5.300 lainnya luka-luka. 

Saat ini kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, pihaknya memprioritaskan pencarian dan penyelamatan warga. 

"Korban gempa naik menjadi 237 tewas dan 639 terluka," kata Ahmed Damiriyye, seorang pembantu menteri kesehatan Suriah, di televisi pemerintah Suriah.

Layanan Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 7,8 melanda dekat kota Gaziantep, pusat industri utama di dekat perbatasan dengan Suriah

Getaran juga dirasakan sampai ke Lebanon, Siprus, dan Mesir.

Petugas penyelamat telah dikerahkan di Turki dan Suriah untuk mencari korban selamat dari reruntuhan. 

Warga yang selamat juga ikut melakukan pencarian di tumpukan puing-puing.

Meski saat ini hujan salju lebat menghambat upaya penyelamatan di beberapa bagian dengan jalan tertutup es dan salju.

"Saya menyampaikan harapan terbaik saya kepada semua warga kami yang terkena dampak gempa," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Twitter.

"Kami berharap dapat melewati bencana ini bersama-sama secepat mungkin dan dengan kerusakan yang paling kecil." katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved