Rabu, 11 Maret 2026

PUPR Provinsi Gorontalo

PUPR Provinsi Gorontalo Bertemu Pengusaha Jepang, Bahas Pemurni Air Limbah TPA Talumelito

Keduanya bahkan bersepakat untuk melakukan kerja sama pengelolaan air limbah TPA Talumelito. Rencananya, air limbah akan dimurnikan hingga tidak merus

Tayang:
zoom-inlihat foto PUPR Provinsi Gorontalo Bertemu Pengusaha Jepang, Bahas Pemurni Air Limbah TPA Talumelito
TribunGorontalo.com/Risman
Pegawai Dinas PUPR Provinsi Gorontalo berfoto dengan delegasi perusahaan asal Jepang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - PUPR Provinsi Gorontalo membahas pengelolaan air limbah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito dengan perusahaan asal Jepang, Aiken Kakoki.

Keduanya bahkan bersepakat untuk melakukan kerja sama pengelolaan air limbah TPA Talumelito. Rencananya, air limbah akan dimurnikan hingga tidak merusak lingkungan sekitar. 

Pertemuan berlangsung di  TPA Talumelito, Desa Talumelito, Kabupaten Gorontalo, Jumat (20/1/2023). 

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, Handoyo Sugiharto. Juga hadir Iwa Tashiro, Presiden Direktur Aiken Kakoki Bidang pengolahan air limbah. 

Baca juga: Breaking News: TPA Talumelito Tak Lagi Mampu Tampung Sampah di Provinsi Gorontalo

Baca juga: Shell 5 TPA Talumelito Akan Segera Penuh, DLH Diminta Tak Hanya Angkut Buang

Menurut Iwa Tashiro, secara geografis Gorontalo sama dengan Jepang. Masalah lingkungan yang dihadapi pun nyaris sama. 

Inilah yang membuat dirinya tertarik untuk bekerja sama, terutama dalam membantu Gorontalo menyelesaikan masalah lingkungan yang disebabkan limbah air. 

Menurutnya, dengan teknologi yang dimiliki perusahaannya, maka persoalan air limbah di Gorontalo bisa saja diselesaikan.

Air limbah yang saat ini jadi masalah lingkungan, bisa dimurnikan menjadi air bersih.  

“Alat yang kami miliki bisa memurnikan air limbah Gorontalo menjadi air bersih, sehingga TPA ini bisa mengelola air limbahnya dengan lebih baik lagi,” ungkapnya. 

Baca juga: Rachmat Gobel Ajak Investor Ehime Jepang ke Gorontalo

Menurut Iwa, sangat mendesak untuk melakukan pengolahan air limbah TPA Talumelito. Sebab, lokasi TPA berada dekat dengan permukiman warga.

Jika dibiarkan, air limbah akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat sekitar. Apalagi air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. 

Secara rinci Iwa merinci, jika Gorontalo ingin mengadopsi teknologi pemurni air tersebut, harus mengalokasikan anggaran sedikitnya Rp 5 miliar. 

Baca juga: Soal Protes Warga Gorontalo Terkait Proyek Kanal Tanggidaa, Kadis PUPR: Sudah Biasa

Karena itu, dibutuhkan kolaborasi dengan ahli mesin lokal agar biayanya bisa ditekan. 

“Kami harapkan bisa bekerja sama dengan partner engineering local dan lainnya, agar bisa menurunkan anggaran bisa lebih hemat lagi ketika diaplikasikan di Indonesia.” katanya. 

Handoyo Sugiharto membeberkan pertemuan dengan perusahaan Aiken Kakoki adalah bagian penjajakan. 

Perusahaan yang berdiri di Prefektur Ehime Jepang itu datang melihat langsung kondisi TPA Talumelito

Sekaligus, perusahaan itu mengumpulkan data-data TPA. harapannya, data itu bisa digunakan sebagai rekomendasi pengembangan teknologi pemurni air limbah TPA. 

Baca juga: Janji PUPR Kota Gorontalo, Proyek Drainase Nani Wartabone Selesai Tahun 2022

Pertemuan itu menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk PUPR dalam mengembangkan TPA Talumelito. Misalnya dengan mengadopsi teknologi Membrane Bioreactor (Membran Bio Reaktor).

Ini merupakan proses pengolahan air limbah yang merupakan kombinasi dari proses filtrasi melalui membran seperti mikrofiltrasi atau ultrafiltrasi dengan proses pengolahan secara biologis.

Baca juga: PUPR Kota Gorontalo Minta Maaf Pekerjaan 12 Titik Pipa Ganggu Warga

“Hal itu kami sudah diskusikan dan teknologi tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 5 miliar.” tuturnya. 

Sebagai informasi, Handoyo Sugiharto per 19 Januari 2023 kemarin telah resmi menjabat Asisten II Pemerintah Provinsi Gorontalo. Posisinya sebagai Kadis PUPR diganti oleh Aries Ardianto. 

TPA Talumelito akan Penuh

Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo melangsungkan MoU bersama UPT Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Talumelito.

Kepala UPTD TPA Talumelito Marten Yusuf mengungkapkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak lama.

"Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo menangani sampah itu, sejak TPA ini didirikan," tutur Marten.

Ia mengatakan, tahun 2021 jumlah sampah yang masuk di TPA Talumelito dengan rekapan nilai setoran sebesar Rp. 1.923.938.000, di setor langsung ke kas Daerah.

Ia menuturkan,  pihaknya hanya mengeluarkan jumlah sampah yang akan dibayarkan oleh pelanggan.

Selanjutnya, pelanggan langsung menyetor ke kas Daerah Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Erwinsyah Ismail Minta OPD di Gorontalo Tak Lagi Urus Sampah

"Setoran sampah yang di tampung oleh talumelito dari Kabupaten Kota itu, disetor langsung ke Daerah. Jadi, tidak lagi disetor melalui UPT TPA. Kita hanya mengeluarkan rekapan sampah yang akan dibayarkan perbulannya," jelasnya.

Rekapan pembayaran sampah di setor langsung ke kas Daerah itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub), maka itu disetor ke Provinsi Gorontalo.

Dana tersebut masuk melalui penerimaan pendapatan retribusi, termasuk jumlah nominal yang harus dibayarkan per ton. Mulai dari subsidi maupun non subsidi.

Marten menambahkan, sampah yang termasuk kategori subsidi, dikenakan pembayaran sebesar Rp 50 ribu per ton. Sedangkan non subsidi dipatok Rp 91 ribu per ton.

Jika digambarkan, luasan penampungan sampah di Talumelioto, masing-masing memiliki luasan areal tersendiri.

Untuk yang saat ini beroperasi adalah Chel lima, luas lahan sekitar 1,2 hektare.

"Usia penampungan Chel lima ini, diperkirakan umurnya bisa sampai tujuh tahun, menampung sampah yang masuk dari wilayah Kabupaten Kota," kata dia.

Tapi kenyataannya, lanjut Marten, karena tidak ada pemilahan sampah dari sumber sampah. Makanya perencanaan 6-7 tahun difungsikan, kemungkinan bisa hanya sampai 2-3 tahunan saja," jelasnya.

Ia menambahkan, banyaknya sampah yang tidak terpilah dari sumbernya, mengakibatkan sell 5 tidak mampu bertahan sampai dengan waktu yang ditargetkan.

Dalam hal ini, ia berharap, Kabupaten/ Kota dapat memilah sampahnya sebelum masuk ke TPA.

"Jika tidak terpilah, sell yang ada di TPA Talumelito akan cepat penuh. Saya berharap, TPS3R bisa difungsikan dengan baik," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved