Erwinsyah Ismail Minta OPD di Gorontalo Tak Lagi Urus Sampah

Erwin yakin, selama urusan sampah masih dibebankan kepada pemerintah, maka pengelolaannya tidak akan maksimal.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Sampah di bibir Danau Limboto. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail meminta organisasi perangkat daerah (OPD/dinas) tidak lagi urus sampah. 

“Fokus saja urus pelayanan publik. Jadi ini dipihakketigakan. Ajak investor ke sini, yasudah.!” kata Erwin Ismail saat rapat kerja antara Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (21/11/2022).

Erwin yakin, selama urusan sampah masih dibebankan kepada pemerintah, maka pengelolaannya tidak akan maksimal. 

Karena itu, ia meminta agar urusan sampah biar swasta atau investor saja yang urus. 

“Yakin dan percaya, ketika masalah sampah masih dipegang oleh pemerintah, masih dikelola pemerintah, gak bisa. Gak bakal maksimal. Habis uang kita, pak.” tegas Erwin.

Kekhawatiran Erwin terhadap sampah makin menjadi, kala menyaksikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Talumelito, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, makin sesak. 

Ratusan ton sampah dari kota dan kabupaten masuk ke wilayah itu. Sudah tentu, berapapun lahan yang disediakan, akan penuh. 

Erwin juga menawarkan solusi terkait kelembagaan TPA. Ia meminta agar TPA yang berada di kawasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR) itu, dipisahkan menjadi satu lembaga sendiri. Artinya berstatus badan layanan umum (BLU). atau 

Jumlah Sampah Gorontalo

Provinsi Gorontalo menghasilkan 35.197 ton sampah selang Januari hingga Desember 2021.

Volume sampah pada 2021 itu berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Polda Gorontalo, Bank Indonesia, Desa Lupoyo hingga Perumahan Tenggela.

Dari data yang disebutkan UPTD TPA Talumelito, penyumbang sampah terbanyak adalah wilayah Kota Gorontalo. Jumlahnya mencapai 24.515 ton dengan pembayaran jasa senilai Rp 1.339.437.019 ribu.

Sumber sampah berikutnya berasal dari Kabupaten Gorontalo dengan Volume sampah, 7.421 Ton per tahunnya dengan pembayaran sebesar 405.451.222 Ribu Rupiah.

Sementara, sampah dihasilkan Bone Bolango, dalam setahun berkisar 2.820 Ton dengan jumlah pembayaran selama setahun sebesar 154.054.191. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved