Rabu, 4 Maret 2026

Polemik Sampah Gorontalo

Breaking News: TPA Talumelito Tak Lagi Mampu Tampung Sampah di Provinsi Gorontalo

Kepala UPTD TPA Talumelito Marten Yusuf mengungkapkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak lama.

Tayang:
zoom-inlihat foto Breaking News: TPA Talumelito Tak Lagi Mampu Tampung Sampah di Provinsi Gorontalo
TribunGorontalo.com
Penampakan sampah di TPA 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Dalam mengatasi permasalahan sampah, Pemerintah Kabupaten dan Kota di Provinsi Gorontalo melangsungkan MoU bersama UPT Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Talumelito.

Kepala UPTD TPA Talumelito Marten Yusuf mengungkapkan, kerja sama itu sudah berlangsung sejak lama.

"Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo menangani sampah itu, sejak TPA ini didirikan," tutur Marten.

Ia mengatakan, tahun 2021 jumlah sampah yang masuk di TPA Talumelito dengan rekapan nilai setoran sebesar Rp. 1.923.938.000, di setor langsung ke kas Daerah.

Ia menuturkan,  pihaknya hanya mengeluarkan jumlah sampah yang akan dibayarkan oleh pelanggan.

Selanjutnya, pelanggan langsung menyetor ke kas Daerah Provinsi Gorontalo.

"Setoran sampah yang di tampung oleh talumelito dari Kabupaten Kota itu, disetor langsung ke Daerah. Jadi, tidak lagi disetor melalui UPT TPA. Kita hanya mengeluarkan rekapan sampah yang akan dibayarkan perbulannya," jelasnya.

Rekapan pembayaran sampah di setor langsung ke kas Daerah itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub), maka itu disetor ke Provinsi Gorontalo.

Dana tersebut masuk melalui penerimaan pendapatan retribusi, termasuk jumlah nominal yang harus dibayarkan per ton. Mulai dari subsidi maupun non subsidi.

Marten menambahkan, sampah yang termasuk kategori subsidi, dikenakan pembayaran sebesar Rp 50 ribu per ton. Sedangkan non subsidi dipatok Rp 91 ribu per ton.

Jika digambarkan, luasan penampungan sampah di Talumelioto, masing-masing memiliki luasan areal tersendiri.

Untuk yang saat ini beroperasi adalah Chel lima, luas lahan sekitar 1,2 hektare.

"Usia penampungan Chel lima ini, diperkirakan umurnya bisa sampai tujuh tahun, menampung sampah yang masuk dari wilayah Kabupaten Kota," kata dia.

Tapi kenyataannya, lanjut Marten, karena tidak ada pemilahan sampah dari sumber sampah. Makanya perencanaan 6-7 tahun difungsikan, kemungkinan bisa hanya sampai 2-3 tahunan saja," jelasnya.

Ia menambahkan, banyaknya sampah yang tidak terpilah dari sumbernya, mengakibatkan sell 5 tidak mampu bertahan sampai dengan waktu yang ditargetkan.

Dalam hal ini, ia berharap, Kabupaten/ Kota dapat memilah sampahnya sebelum masuk ke TPA.

"Jika tidak terpilah, sell yang ada di TPA Talumelito akan cepat penuh. Saya berharap, TPS3R bisa difungsikan dengan baik," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved