Kamis, 5 Maret 2026

Shell 5 TPA Talumelito Akan Segera Penuh, DLH Diminta Tak Hanya Angkut Buang

Jikalau polanya kumpul angkut dan buang, saya sangat menyayangkan umur TPA ini tidak begitu lama

Tayang:
zoom-inlihat foto Shell 5 TPA Talumelito Akan Segera Penuh, DLH Diminta Tak Hanya Angkut Buang
TribunGorontalo.com
Sampah yang menumpuk di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talumelito, Kabuapten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Talumelito di Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo kelimpungan menghadapi sumbangan sampah dari kota maupun kabupaten. Sebab, shell yang ada kini tidak mampu lagi menampung sampah.

Marten Yusuf, Kepala UPTD TPA Talumelito menjelaskan, saat ini yang digunakan untuk menampung sampah adalah shell 5. Luasan tempat penampungan sampah itu mencapai 1,2 hektar atau 12 ribu meter persegi. 

Kata Marten, sebetulnya shell itu didesain untuk menampung sampah hingga tujuh tahun. Namun, rupanya estimasi itu keliru. 

Melihat volume sampah yang masuk, shell ini diperkirakan hanya mampu menampung sampah untuk 2-3 tahun. 

Ia menjelaskan, banyak sampah yang masuk ke TPA Talumelito dalam kondisi belum terpilah. Hal inilah yang menjadi faktor shell yang ada cepat penuh.

Padahal, jika dipilah terlebih dahulu, volumenya akan berkurang sementara barang yang dipilah bisa dimanfaatkan lagi. 

Karena itu ia berharap, pemerintah kabupaten dan kota yang mengirim sampahnya ke TPA tersebut, dapat membuat sistem atau mekanisme pemilihan di tingkatan masyarakat. 

Terutama kata dia dengan mengaktifkan kembali TPS 3R ( Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycling). 

Sebab, "Jika tidak terpilah, shell yang ada di TPA Talumelito akan cepat penuh. Saya berharap, TPS3R bisa difungsikan dengan baik," ungkap Marten.

Marten menyebut, jika kiriman sampah terbanyak itu berasal dari Kota Gorontalo. Saking banyaknya, bahkan kata dia DLH harus menyetor hingga ratusan juta rupiah ke TPA Talumelito.

Sayangnya, banyak sampah dari wilayah ini yang rupanya tidak terpilah. Padahal, wilayah ini memiliki 12 unit TPS 3R. 

Sepanjang tahun 2021, volume sampah dari Kota Gorontalo yang masuk di TPA Talumelito sebesar 24.515 ton sampah. Jumlah pembayarannya mencapai Rp 405 juta.

“Ini berimbas pada usia sel (shell) 5 yang hanya dapat digunakan dengan kisaran waktu 2-3 tahun, saya berharap adanya kesadaran pemilahan. Jikalau polanya kumpul angkut dan buang, saya sangat menyayangkan umur TPA ini tidak begitu lama,” jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved