Sabtu, 7 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-329: Penasihat Zelensky Mundur gegara Salah Beri Informasi

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-329, Rabu (18/1/2023): seorang penasihat dari Presiden Volodymyr Zelensky mundur setelah picu kemarahan besar.

Tayang:
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
zoom-inlihat foto Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-329: Penasihat Zelensky Mundur gegara Salah Beri Informasi
Tangkapan Layar The Guardian
Foto Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky saat pidato kenegaraan pada Senin (14/3/2022) atau hari ke-19 perang Rusia Vs Ukraina. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-329 pada Rabu (18/1/2023) antara lain adalah seorang penasihat Zelensky mengundurkan diri hingga jumlah warga sipil yang jadi korban jiwa perang. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengundurkan diri setelah menyebabkan kemarahan di tengah perang Rusia yang telah berlangsung hampir setahun ini.

Penasihat Presiden Ukraina yang mengundurkan diri imbas invasi Rusia itu ialah Oleksiy Arestovych.

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Rabu (18/1/2023) atau hari ke-329 perang Rusia, Arestovych memicu kemarahan yang meluas ketika ia mengatakan rudal Rusia yang menewaskan puluhan orang telah ditembak jatuh oleh Ukraina.

Diketahui bahwa sejumlah 45 orang tewas di Kota Dnipro, Ukraina, ketika rudal balistik anti-kapal Rusia X-22 menghantam sebuah blok apartemen pada Sabtu (14/1/2023).

Baca juga: Update Perang Rusia Hari Ke-328: Kirim Tank Canggih, Inggris Desak Jerman untuk Ikut Bantu Ukraina

Oleksiy Arestovych mengatakan roket yang menghantam gedung Dnipro diledakkan setelah ditembak jatuh oleh pasukan Ukraina.

Tim penyelamat menghentikan pencarian pada Selasa (17/1/2023) dengan 20 orang masih dinyatakan hilang dalam serangan rudal di apartemen di Kota Dnipro itu.

Dalam komentar di saluran YouTube, beberapa jam setelah serangan terhadap apartemen di Kota Dnipro itu, Arestovych mengatakan roket tersebut meledak setelah ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-328: Lebih dari 7.000 Warga Sipil Tewas selama Invasi Putin

"Roket itu ditembak jatuh, jatuh di jalan masuk, meledak saat jatuh," katanya kepada Feigin Live.

Ratusan warga sipil Ukraina dan beberapa tokoh terkemuka turun ke media sosial pada hari-hari berikutnya, menuntut Administrasi Kepresidenan Ukraina memecat Arestovych karena membuat pernyataan yang tidak diverifikasi.

Mereka mengatakan komentar itu membantu propaganda Rusia, yang sering menggambarkan serangan sebagai kesalahan angkatan bersenjata Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-327: 30 Korban Tewas Akibat Rudal Hantam Apartemen Dnipro

Terlebih, dalam sebuah pernyataan, pasukan pertahanan udara Ukraina mengaku bahwa saat ini mereka tidak memiliki kemampuan teknologi untuk mendeteksi atau menembak jatuh rudal balistik.

Arestovych diketahui menolak untuk meminta maaf selama 2 hari, menyalahkan kelelahan dan menyatakan bahwa itu adalah "satu teori" yang dikemukakan oleh seorang teman yang kebetulan berada di dekat tempat kejadian.

Kemudian pada hari Selasa, Arestovych mengunggah gambar surat pengunduran dirinya di Facebook, yang menyatakan bahwa itu adalah "contoh perilaku beradab" mengingat "kesalahan mendasarnya".

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-325: Moskow Buka Gerbang Belarus untuk Ikut Bertempur

Juru Bicara Presiden Ukraina, Serhiy Nykoforov, membenarkan bahwa pengunduran diri telah diterima.

Mantan aktor dan politikus itu diangkat sebagai penasihat lepas, non-staf administrasi kepresidenan pada 2020.

Selama beberapa minggu pertama invasi, Arestovych adalah salah satu tokoh dan sumber informasi yang paling banyak ditonton di Ukraina.

Baca juga: Update Invasi Hari Ke-324: Tentara Rusia Divonis 5 Tahun Penjara karena Tak Mau Perang di Ukraina

Arestovych terbuka tentang fakta bahwa dia menghasilkan konten yang optimis untuk menghibur masyarakat Ukraina yang tertekan dan menyebut dirinya sebagai "obat penenang" untuk Ukraina.

Namun, pada musim semi, popularitas dan kredibilitasnya telah memudar.

Jauh lebih sedikit orang yang ingin mendengar dan mempercayai ramalannya.

Pernyataannya bahwa perang hanya akan berlangsung dua hingga tiga minggu menjadi momen puncak bagi para pencelanya.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-323: Zelensky Ejek Klaim Tentara Bayaran soal Direbutnya Soledar

Update Korban Perang

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera, lebih dari 9.000 warga sipil Ukraina termasuk 453 anak-anak telah tewas sejak invasi Rusia yang dimulai pada 24 Februari 2022, menurut seorang pejabat tinggi.

Kepala Administrasi Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak mengumumkan jumlah korban yang suram di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss pada hari Selasa.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-322: Ratusan Tentara Zelensky Berlatih Gunakan Patriot di AS

Yermak juga menambahkan bahwa Ukraina juga mencatat 80.000 kejahatan yang dilakukan pasukan Rusia selama invasi.

“Kami telah mencatat 80.000 kejahatan yang dilakukan oleh penjajah Rusia." kata Yermak.

“Kami tidak akan memaafkan satu pun (tindakan) penyiksaan atau nyawa yang diambil. Setiap penjahat akan dimintai pertanggungjawaban.” lanjutnya.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-321: Pasukan Zelensky Perkuat Pertahanan di Wilayah Timur

Yermak mengulangi panggilan untuk pengadilan internasional khusus untuk mengadili Rusia dan reparasi atas kehancuran yang disebabkan oleh invasi.

Sebelumnya, pada Senin (16/1/2023), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan lebih dari 7.000 warga sipil telah tewas di Ukraina selama perang Rusia.

Tidak mungkin untuk memverifikasi kedua angka tersebut, tetapi perkiraan korban perang sering dipahami lebih rendah dari kenyataan.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved