Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-325: Moskow Buka Gerbang Belarus untuk Ikut Bertempur

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-325, Sabtu (14/1/2023): Moskow membolehkan Belarus untuk ikut perang di Ukraina dengan syarat ini.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
AFP/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin (jaket padding hitam) saat di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat di luar Kota Ryazan, Rusia pada 20 Oktober 2022. Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-325 pada Sabtu (14/1/2023): Rusia mengizinkan Belarus untuk ikut perang di Ukraina dengan ketentuan ini. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Rusia membukakan gerbang sekutunya, Belarus atau disebut juga Belarusia, untuk ikut perang ke Ukraina.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Al Jazeera pada Sabtu (14/1/2023) hari ke-325 invasi, Rusia telah menyerukan bahwa Belarus dapat bergabung dalam perang apabila Ukraina menyerang.

Moskow memperingatkan 'respons kolektif' terhadap setiap serangan terhadap Rusia atau Belarus.

Peringatan Rusia itu muncul saat sekutu bersiap untuk melakukan latihan militer bersama di tengah perang yang masih berlangsung Ukraina sejak dimulai pada 24 Februari 2022 lalu.

Baca juga: Update Invasi Hari Ke-324: Tentara Rusia Divonis 5 Tahun Penjara karena Tak Mau Perang di Ukraina

Belarus dapat memasuki konflik Ukraina jika Kyiv memutuskan untuk "menyerang" baik Belarus atau Rusia, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Rusia.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah yang ditayangkan pada Jumat (13/1/2023), Aleksey Polishchuk mengatakan bahwa latihan militer Rusia dengan Belarus dirancang untuk mencegah eskalasi.

Namun memperingatkan ada potensi sekutu terdekat Rusia untuk bergabung dalam upaya perang di Ukraina.

Baca juga: Perang Rusia: Penyebab Vladimir Putin Kerahkan Tentara Bayaran untuk Rebut Soledar dari Ukraina

“Dari sudut pandang hukum, penggunaan kekuatan militer oleh rezim Kyiv atau invasi wilayah Belarus atau Rusia oleh angkatan bersenjata Ukraina adalah alasan yang cukup untuk tanggapan kolektif,” kata Polishchuk kepada TASS News kantor berita milik negara Rusia.

Sebagaimana diketahui, Rusia menggunakan Belarus sebagai batu loncatan untuk menginvasi Ukraina Februari tahun lalu.

Yakni dengan mengerahkan ribuan pasukan ke tetangganya dengan dalih latihan militer sebelum melancarkan serangan ke Ukraina.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-322: Ratusan Tentara Zelensky Berlatih Gunakan Patriot di AS

Sejak itu, Rusia dan Belarus sepakat untuk mengintensifkan kerja sama militer mereka.

Moskow dan Minsk juga berencana untuk mengadakan latihan penerbangan bersama di Belarus minggu depan.

Latihan tersebut telah memicu spekulasi bahwa Rusia dapat menggunakan Belarus, sekutu dekatnya untuk melancarkan serangan baru ke Ukraina dari utara dalam waktu dekat, membuka front baru.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-323: Zelensky Ejek Klaim Tentara Bayaran soal Direbutnya Soledar

Tetapi para pejabat Ukraina berbicara tentang kemungkinan serangan dari Belarus terkait dengan latihan yang akan datang.

“Saya tidak akan mengaitkan latihan angkatan udara ini, yang akan berada di wilayah Belarusia, dengan serangan rudal besar-besaran,” kata Serhiy Popko, Kepala Administrasi Militer Kyiv, pada hari Jumat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved