Update Geopolitik

Iran dan AS Akui Sedang Berunding, Armada Perang AS Siaga di Perairan Teheran

Seorang pejabat keamanan tertinggi Iran menyatakan pada Sabtu bahwa kemajuan telah dicapai menuju perundingan dengan Amerika Serikat

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
DIPLOMASI -- Presiden AS Donald Trump [kiri] dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani [kanan]. 

Ringkasan Berita:
  • Iran mengklaim kemajuan dalam upaya negosiasi dengan Amerika Serikat meski ketegangan militer meningkat akibat pengerahan armada perang AS di kawasan. 
  • Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi adanya dialog, namun tetap mengedepankan ancaman serangan jika kesepakatan tidak tercapai. 
  • Di tengah situasi ini, Iran menegaskan tidak menginginkan perang, sementara kekhawatiran konflik regional terus membayangi.

TRIBUNGORONTALO.COM -- Seorang pejabat keamanan tertinggi Iran menyatakan pada Sabtu bahwa kemajuan telah dicapai menuju perundingan dengan Amerika Serikat, meski di saat yang sama kepala angkatan bersenjata Iran memperingatkan Washington agar tidak melancarkan serangan militer.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa kedua negara memang sedang berkomunikasi, namun tetap menegaskan ancaman serangan.

Amerika Serikat juga telah mengerahkan armada perang yang dipimpin kapal induk USS Abraham Lincoln ke perairan dekat Iran, menyusul ancaman intervensi atas tindakan keras Teheran terhadap aksi protes antarpemerintah yang menewaskan ribuan orang.

Baca juga: Kasus Korupsi Pertama 2026 Masuk Pengadilan, Reza Anggriyanto Terkait Proyek Jalan Nani Wartabone

Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan bahwa “pengaturan struktural untuk negosiasi terus mengalami kemajuan,” dan menepis apa yang ia sebut sebagai perang media yang dibesar-besarkan.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Kremlin mengungkapkan bahwa Larijani melakukan pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa konflik berskala luas hanya akan merugikan kedua belah pihak.

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, Pezeshkian menyatakan Iran tidak pernah menginginkan perang dan meyakini bahwa perang tidak akan menguntungkan Iran, Amerika Serikat, maupun kawasan.

Trump kemudian kembali menegaskan adanya dialog antara Washington dan Teheran.

Ia mengatakan Iran sedang bernegosiasi, namun tetap mengingatkan bahwa armada besar militer AS telah dikerahkan ke kawasan tersebut.

Upaya meredakan ketegangan juga dilakukan Qatar.

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, bertemu dengan Larijani di Teheran untuk membahas langkah-langkah de-eskalasi konflik regional.

Kehadiran armada laut Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan konfrontasi langsung.

Iran memperingatkan akan membalas dengan serangan rudal ke pangkalan, kapal, dan sekutu Amerika Serikat, terutama Israel, jika terjadi serangan.

Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Amir Hatami, menegaskan bahwa pasukannya berada dalam kesiapan penuh.

Ia memperingatkan bahwa kesalahan kecil dari musuh dapat mengancam keamanan kawasan dan Israel, serta menegaskan bahwa kemampuan nuklir Iran tidak bisa dihilangkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved