Arti Kata
Mengenal Apa Itu Hipomania, Kendala Psikologis yang Dialami Bharada E Terdakwa Kasus Brigadir J
Ahli psikologi klinis menyebut bahwa terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J sekaligus ajudan Ferdy Sambo, Bharada E cenderung hipomania.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
- Terobsesi dan sepenuhnya terserap dalam aktivitas yang difokuskan.
- Menampilkan gerakan tanpa tujuan, seperti mondar-mandir di sekitar rumah atau kantor atau gelisah saat duduk.
- Menunjukkan perilaku impulsif yang dapat mengarah pada pilihan buruk, seperti berbelanja, berhubungan badan yang sembrono, atau investasi bisnis yang asal-asalan.
Baca juga: Apa Itu GSR? Di Kasus Brigadir J Disebut Coba Dihilangkan Ferdy Sambo dengan Perintahkan Cuci Baju
Penyebab Hipomania
Para ilmuwan tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan hipomania.
Namun, ada beberapa faktor yang dianggap berkontribusi.
Penyebab hipomania berbeda dari orang ke orang, yakni:
- Sejarah keluarga.
- Ketidakseimbangan kimia di otak.
- Efek samping obat (seperti beberapa antidepresan), alkohol atau narkoba.
- Perubahan signifikan dalam hidup, seperti perceraian, pindah rumah, atau kematian orang yang dicintai.
- Situasi kehidupan yang sulit, seperti trauma atau pelecehan, atau masalah dengan tempat tinggal, uang, atau kesepian.
- Tingkat stres yang tinggi dan ketidakmampuan untuk mengelolanya.
- Kurang tidur atau perubahan pola tidur.
- Sebagai gejala masalah kesehatan mental termasuk siklotimia, gangguan afektif musiman, psikosis postpartum, gangguan skizoafektif atau kondisi fisik atau neurologis lainnya seperti cedera otak, tumor otak, stroke, demensia, lupus, atau ensefalitis.
Baca juga: Apa Itu Saksi Mahkota? Istilah yang Disematkan ke Bharada E, Siap Kejutkan Persidangan Ferdy Sambo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sidang-brigadir-J-senin-26-des-2022_.jpg)