Arti Kata
Mengenal Apa Itu Hipomania, Kendala Psikologis yang Dialami Bharada E Terdakwa Kasus Brigadir J
Ahli psikologi klinis menyebut bahwa terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir J sekaligus ajudan Ferdy Sambo, Bharada E cenderung hipomania.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Setelah episode hipomanik seseorang mungkin:
- Merasa senang atau malu dengan perilakunya sendiri.
- Merasa kewalahan dengan semua aktivitas yang telah disetujui untuk dilakukan.
- Hanya memiliki sedikit atau ingatan yang tidak jelas tentang apa yang terjadi selama episode manik.
- Merasa sangat lelah dan butuh tidur.
- Merasa tertekan (jika hipomania adalah bagian dari gangguan bipolar).
Baca juga: Apa Itu Verstek? Putusan yang Diyakini Deolipa Yumara Jadi Tiket untuk Jadi Pengacara Bharada E Lagi
Gejala Hipomania
Gejala hipomanik bervariasi dari orang ke orang, antara lain:
- Memiliki tingkat aktivitas atau energi yang sangat tinggi.
- Merasa sangat bahagia, bersemangat.
- Tidak tidur atau hanya tidur beberapa jam tetapi masih merasa istirahat.
- Memiliki harga diri yang melambung, mengira dirinya tak terkalahkan.
- Menjadi lebih banyak bicara dari biasanya. Berbicara begitu banyak dan begitu cepat sehingga orang lain tidak dapat menyela.
- Memiliki pemikiran yang berpacu, atau memiliki banyak pemikiran tentang banyak topik pada saat yang bersamaan (disebut "pelarian ide").
- Mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting atau tidak berhubungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sidang-brigadir-J-senin-26-des-2022_.jpg)