Perang Rusia Ukraina

Update Invasi Hari Ke-299: Zelensky Waspadai Perbatasan Ukraina-Rusia saat Putin Kunjungi Belarus

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengutamakan perlindungan perbatasan negaranya dengan Rusia dan Belarus saat Vladimir Putin kunjungi Belarus.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
Layanan Pers Kepresidenan Ukraina
Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berkunjung ke kota selatan Mykolaiv, saat serangan Rusia di Ukraina berlanjut pada 18 Juni 2022. Kabar terbaru dalam perang Rusia vs Ukraina hari ke-299 adalah Zelensky memprioritaskan perlindungan perbatasan Ukraina dari Rusia dan Belarus menyusul kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke Belarus. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ukraina waspadai perbatasan saat Presiden Rusia Vladimir Putin menuju negara tetangga, Belarus atau juga disebut Belarusia.

Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Senin (19/12/2022) atau hari ke-299 perang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan melindungi perbatasan negaranya dari Rusia dan Belarus adalah "prioritas konstan".

Zelensky menyebut bahwa Ukraina siap untuk semua skenario yang mungkin dengan Rusia dan sekutunya Belarus, yang telah diperingatkan Kyiv dapat ditarik ke dalam perang yang telah berlangsung hampir 300 hari ini.

Dalam pidato video pada Minggu (18/12/2022) malam, Zelensky juga mengeluarkan seruan baru kepada negara-negara Barat agar memberi Ukraina pertahanan udara yang lebih baik sebagai "salah satu langkah paling kuat" untuk menghentikan invasi Rusia.

Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-299: Inggris Umumkan Bantuan Baru Senilai 250 Juta Pound ke Kyiv

Pada Senin pagi, peringatan serangan udara kembali terdengar di Ibu Kota Kyiv dan Ukraina timur, dengan video ledakan dan sistem pertahanan udara dibagikan di media sosial.

"Melindungi perbatasan kami, baik dengan Rusia dan Belarusia - adalah prioritas konstan kami," kata Zelensky setelah pertemuan pada hari Minggu dengan komando militer utama Ukraina.

"Kami sedang mempersiapkan semua kemungkinan skenario pertahanan." lanjutnya.

Baca juga: Bangkit setelah Dihantam Puluhan Rudal Rusia, Ukraina Cabut Status Darurat Energi Listrik

Pernyataan Zelensky ini muncul menyusul kunjungan Putin ke Belarus di tengah diskusi tentang kemungkinan serangan baru Rusia dan saran itu bisa berasal dari Belarus.

Pejabat di Kyiv telah memperingatkan selama berbulan-bulan bahwa Belarus dapat bergabung dengan pasukan Rusia dan berfungsi sebagai landasan peluncuran serangan baru untuk membentuk front kedua dalam perang.

Apa pun yang mungkin dibujuk oleh Presiden Belarus Alexander Lukashenko untuk Rusia, "ini tidak akan membantu mereka, sama seperti semua gagasan buruk lainnya dalam perang melawan Ukraina dan Ukraina ini," kata Zelensky.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-297: Putin Kembali Luncurkan 70 Rudal Lebih ke Ukraina

Belarus adalah salah satu sekutu terdekat Rusia dan Lukashenko mengizinkan wilayah negaranya digunakan untuk memulai invasi Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu.

Namun Lukashenko telah mengatakan berulang kali bahwa dia tidak berniat mengirim pasukan negaranya ke Ukraina.

Sementara itu, Henry Kissinger mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat pada 1970-an, mengatakan bahwa waktunya untuk negosiasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina sudah dekat.

Baca juga: Cegah Rusia Kuasai Ukraina, AS Tingkatkan Latihan Tempur: Latih 500 Tentara Ukraina per Bulan

"Waktunya semakin dekat untuk membangun perubahan strategis yang telah dicapai dan mengintegrasikannya ke dalam struktur baru untuk mencapai perdamaian melalui negosiasi," tulis Kissinger di majalah The Spectator.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved