Perang Rusia Ukraina
Update Perang Ukraina Hari Ke-287: Tiga Markas Militer di Rusia Diserang Drone Era Soviet
Update perang hari ke-287 pada Rabu (7/12/2022): Tiga pangkalan militer di Rusia dihantam drone era Soviet, Ukraina belum klaim tanggung jawab.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-Senin-9-Mei-2022.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Ukraina tampaknya mulai menunjukkan kemampuannya untuk menyerang jauh ke dalam wilayah negara Rusia.
Dilansir TribunGorontalo.com dari Reuters pada Rabu (7/12/2022) atau hari ke-287 perang di Ukraina, lapangan udara Rusia ketiga dibakar oleh serangan pesawat tak berawak atau drone.
Serangan ini terjadi sehari setelah Ukraina menunjukkan kemampuan baru yang nyata untuk menembus ratusan kilometer ke Rusia dengan serangan di dua pangkalan udara.
Pejabat di Kota Kursk, Rusia, sekitar 90 km utara perbatasan Ukraina, merilis gambar asap hitam di atas lapangan terbang setelah serangan terbaru pada Selasa (6/12/2022).
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-287: AS Tak Izinkan Kyiv Serang Wilayah Negara Putin
Gubernur Kursk mengatakan sebuah tangki penyimpanan minyak telah terbakar tetapi tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya, pada Senin (5/12/2022), Rusia mengatakan bahwa wilayahnya telah dihantam ratusan kilometer dari Ukraina oleh apa yang dikatakannya adalah drone era Soviet.
Serangan hari Senin itu terjadi di pangkalan udara Engels, rumah bagi armada pembom strategis Rusia, dan di Ryazan, beberapa jam berkendara dari Ibu Kota Rusia, Moskow.
Baca juga: Update Perang Hari ke-286: Zelensky Klaim 60 Lebih Rudal dari 70 Rudal Rusia Ditembak Jatuh Ukraina
Ukraina tidak secara langsung mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu tetapi tetap merayakannya.
Pada Selasa malam waktu setempat, sirene terdengar di lapangan terbang di Engels, lapor kantor berita pemerintah Rusia, mengutip wakil pertama dari administrasi distrik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengulangi tekad negaranya untuk menyediakan peralatan ke Ukraina untuk mempertahankan diri dari perang dimulai Rusia pada 24 Februari 2022 lalu itu.
Baca juga: Intelijen Amerika Serikat Berharap Lambatnya Laju Pasukan Rusia di Ukraina Bisa Bertahan Lama
Anggota parlemen Amerika Serikat setuju untuk memberikan bantuan keamanan tambahan kepada Ukraina setidaknya 800 juta dolar tahun depan.
Adapun kementerian Pertahanan Rusia mengatakan 3 tentara tewas dalam serangan di Ryazan.
Meskipun serangan itu menargetkan markas militer, ini mencirikannya sebagai terorisme dan menyatakan tujuannya adalah untuk melumpuhkan pesawat jarak jauhnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-285: AS Menilai Putin Sudah Lebih Tahu Kesulitan Pasukannya
Namun Ukraina tidak pernah secara terbuka mengakui tanggung jawab atas serangan di dalam wilayah negara Rusia.
Ditanya tentang serangan itu, Menteri Pertahanan Ukraina Oleskiy Reznikov mengulangi lelucon lama yang menyalahkan kecerobohan dengan rokok.
"Sangat sering orang Rusia merokok di tempat yang dilarang untuk merokok," kata Reznikov.
Baca juga: Demi Bikin Putin Tak Punya Dana Perang di Ukraina, UE Batasi Harga Minyak Rusia 60 Dolar per Barel
Negara tetangga Belarusia, sekutu dekat Rusia, berencana memindahkan peralatan serta pasukan militer pada Rabu ini dan Kamis (8/12/2022) besok untuk memeriksa tanggapannya terhadap terorisme, lapor kantor berita negara BelTA.
Belarusia menambahkan bahwa senjata tiruan akan digunakan untuk pelatihan.
Kyiv selama berbulan-bulan menyuarakan kekhawatiran bahwa Belarusia dan Rusia dapat merencanakan serangan bersama melintasi perbatasan utara Ukraina.
Meskipun Belarusia mengatakan tidak akan memasuki perang Rusia vs Ukraina ini.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-283: Kremlin Ungkap Alasan Putin Ogah Berunding dengan Biden
Tanggapan Amerika Serikat
Amerika Serikat (AS) memberikan tanggapannya terkait sejumlah serangan di dalam negara Rusia yang diduga dilakukan Ukraina.
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, AS mengatakan pada Selasa (6/12/2022) bahwa pihaknya tidak "memungkinkan" Ukraina untuk melakukan serangan di dalam Rusia.
Baca juga: Update Perang Hari Ke-280: Serangan Rusia Meningkat, NATO Janjikan Lebih Banyak Bantuan ke Ukraina
Saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan dewan keamanan setelah serangan drone, Ukraina tak secara langsung mengklaim bertanggung jawab tetapi juga tidak mengkritik tindakan tersebut.
Adapun serangan drone itu menewaskan 3 orang dan merusak pembom jarak jauh dan depot bahan bakar, menurut laporan dari Rusia.
"Kami tidak mendorong atau mengizinkan Ukraina untuk menyerang di dalam Rusia," tegas Menlu AS Antony Blinken kepada wartawan.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)